FESTIVAL REOG BOYOLALI
Kudho Prakoso, Kelompok Terbaik

Penari kesenian reog saat tampil dalam Festival Reog Boyolali 2013 di Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Minggu (9/6/2013). (Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS) Penari kesenian reog saat tampil dalam Festival Reog Boyolali 2013 di Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Minggu (9/6/2013). (Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI–Kelompok kesenian Kudho Prakoso asal Kemiri, Kecamatan Mojosongo, dinyatakan sebagai kelompok terbaik pertama dalam Festival Reog Boyolali 2013 di Kemiri, Minggu (9/6/2013).

Kolaborasi sejumlah item kesenian tari tradisional mereka mampu menyingkirkan kelompok dengan predikat juara umum Festival Keprajuritan Nusantara, Turangga Seto asal Selo.

Sekretaris panitia festival tersebut, Jarot mengonfirmasi predikat juara itu, Senin (10/6/2013).

“Terbaik pertama Kudho Prakoso, disusul Mardi Utomo asal Samiran, Selo kemudian Sardulo Seto asal Urut Sewu, Kecamatan Ampel,” kata Jarot lewat pesan singkat yang diterima Solopos.com, Senin.

Turangga Seto dengan yang menampilkan kesenian reog Mardi Utomo mendapat juara dua.  “Kami menampilkan kolaborasi beberapa bentuk diseusaikan dengan syarat festival, yakni penyertaan Dadap Merak,” kata pelatih Kudho Prakoso, Agus Purwanto alias Lala.

Kreasi reog yang mereka tampilkan disisipi unsur kuda lumping. Warok serta properti gunungan juga mereka sertakan menambah komposisi penyajian.

Koreografi serta akslerasi gerak masing-masing unsur penyaji dalam kelompok tersebut dinilai beberapa penonton menawarkan keindahan seni gerak.

“Biasanya yang muncul adalah citra reog yang seram. Tapi penampil urutan ke dua [Kudho Prakoso] mampu menimbulkan suasana riang hingga penonton merasa penampilan mereka menghibur,” kata salah satu pengunjung festival tersebut, Sinta Larasati, 28, kepada Solopos.com.

Seperti diterangkan panitia sebelumnya, unsur penilaian dalam festival itu antara lain garap, kekompakan, kostum, kreasi tari serta kreasi musik pengiring.

Editor: | dalam: Boyolali |
Menarik Juga »