Mendikbud M. Nuh (tengah) didampingi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirakarta Kusuma (kanan) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil kelulusan ujian nasional tingkat SMP 2013 di Kantor Kemendikbud, Jakarta,Jumat (31/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara) Mendikbud M. Nuh (tengah) didampingi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirakarta Kusuma (kanan) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil kelulusan ujian nasional tingkat SMP 2013 di Kantor Kemendikbud, Jakarta,Jumat (31/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara)
Jumat, 31 Mei 2013 22:27 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Pendidikan Share :

PENGUMUMAN UN SMP
Bengkulu Jadi Provinsi Tertinggi Ketidaklulusan UN SMP

Mendikbud M. Nuh (tengah) didampingi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirakarta Kusuma (kanan) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil kelulusan ujian nasional tingkat SMP 2013 di Kantor Kemendikbud, Jakarta,Jumat (31/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

JAKARTA — Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan provinsi Bengkulu menduduki peringkat pertama tingkat ketidaklulusan UN SMP 2013, yakni sebesar 2,55 persen.

“Dari 28.324 peserta UN SMP sederajat di Bengkulu, sebanyak 2,55 persen atau 723 siswa dinyatakan tidak lulus setelah ditentukan berdasar penggabungan nilai Ujian Nasional (UN) murni dengan nilai sekolah,” kata M. Nuh di Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Dia mengatakan, provinsi kedua dengan tingkat ketidaklulusan tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan persentase 2,32 persen, di mana sebanyak 1.922 siswa dari 82.946 peserta UN SMP sederajat di provinsi itu dinyatakan tidak lulus.

Selanjutnya, pada posisi ketiga dengan persentase ketidaklulusan 2,24 persen adalah Maluku, disusul Sulawesi Tenggara dengan 2,18 persen dan Papua 2,15 persen.

Provinsi Aceh, menurut dia, meski tingkat ketidaklulusan hanya 1,86 persen dan berada di urutan ketujuh, namun jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 1.432 dari total 76.642 peserta UN SMP di provinsi tersebut.

“Sedangkan tingkat ketidaklulusan terendah ada di DKI Jakarta, yakni 0,00 persen atau hanya satu siswa yang tak lulus dari total 131.363 orang peserta UN SMP sederajat,” kata Mendikbud.

Nuh mengatakan kriteria kelulusan peserta didik pada UN SMP ditentukan dengan nilai akhir untuk kelulusan yang komposisinya terdiri dari 60 persen nilai UN murni dan 40 persen nilai sekolah sehingga membuat tingkat ketidaklulusan lebih rendah.

“Peserta didik SMP dan sederajat itu dinyatakan lulus UN, jika nilai akhir rata-rata lebih dari sama dengan (minimal) 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah empat,” paparnya.

Dia juga menyampaikan bahwa rata-rata nilai sekolah dari seluruh SMP di Indonesia adalah 8,2. Sementara itu, nilai rata-rata UN murni SMP sederajat tahun ini adalah 6,1, yakni turun sebanyak 1,37 poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7,47.

Menurut dia, nilai rata-rata UN murni SMP sederajat yang turun itu disebabkan komposisi soal UN yang sulit meningkat sebesar 10 persen dibanding soal UN SMP pada tahun ajaran 2011-2012.

Pada kesempatan itu, Mendikbud memaparkan bahwa jumlah peserta UN SMP sederajat tahun ajaran 2012-2013 adalah 3.667.241 siswa, dan peserta UN yang dinyatakan lulus berjumlah 3.650.625 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 16.616 siswa.

Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMP sederajat tahun ini mencapai 99,55 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,45 persen.

“Berarti persentase kelulusan tahun ajaran 2012- 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,57 persen,” tuturnya.

Nuh juga mengatakan penyebab utama ketidaklulusan para siswa SMP pada tahun ini adalah rata-rata nilai akhir UN yang tidak mencapai 5,5 sesuai persyaratan kelulusan.

“Jadi, ada 16.593 siswa yang tidak lulus karena nilai rata-ratanya di bawah 5,5. Kemudian, 23 siswa lainnya ada yang nilai rata-ratanya mencapai 5,5, tetapi ada mata pelajaran yang nilainya di bawah empat,” ungkapnya.

lowongan kerja
lowongan CHEFF/KOKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Blouse Turtle AW-06
Blus Adina AW-12
Blus Ivana AW-01
Blus Sinaran TN-09

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…