Ilustrasi Keraton Solo (Dok/JIBI/SOLOPOS) Ilustrasi Keraton Solo (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 30 Mei 2013 02:15 WIB Taufiq Sidik/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

DANA HIBAH KERATON SOLO
"Menang Gugatan, Kubu Mbak Moeng Minta Dana Dicairkan"

Ilustrasi Keraton Solo (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) yang sebelumnya macet akhirnya bisa dicairkan. Hal itu berdasarkan putusan gugatan keraton di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Kuasa hukum keraton, Arif Sahudi, menyampaikan putusan PN Semarang atas gugatan No 15/pdt.G/2013/PN.SMG bisa dijadikan dasar guna pencairan dana hibah yang sebelumnya macet. Disampaikannya, gugatan tersebut diajukan ke PN Semarang pada akhir Januari 2013.

“Hari ini dibacakan putusan PN Semarang terkait gugatan dana hibah yang nilainya Rp1,176 miliar. Gugatan itu dikabulkan oleh Majelis Hakim dan provinsi diperintahkan segera membayar tunai dana tersebut kepada keraton,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (29/5/2013).

Arif menuturkan ada dua poin penting dari putusan tersebut. Disampaikannya, posisi GKR Wandansari yang akrab disapa Mbak Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Adat Keraton Solo diakui oleh pengadilan.

Arif menjelaskan tanda tangan Mbak Moeng dalam memorandum of understanding (MoU) dengan pemprov soal dana hibah keraton sah. “Artinya pencairan itu bisa dilakukan oleh Ketua Dewan Adat,” terangnya.

Dijelaskannya, jika pemprov bersikukuh penandatangan harus dilakukan oleh Paku Buwana (PB) XIII, semestinya hal tersebut tertuang dalam MoU. “Tetapi kan selama itu tidak ada dalam MoU. Hibah kan sudah diberikan sejak 2007 hingga 2011 tidak bermasalah, pencairan juga melalui Mbak Moeng,” urainya.

Selain mengakui soal kedudukan Mbak Moeng dalam pencairan dana hibah, Arif menyampaikan poin penting lainnya dalam putusan tersebut yakni Majelis Hakim memandang pemprov bersikap wanprestasi.

“Dana itu diperjanjikan tetapi tidak diserahkan. Padahal dana itu tidak untuk personal keraton melainkan untuk abdi dalem dan upacara adat di keraton,” urainya.

Lebih lanjut, Arif berharap pencairan bisa segera dilakukan berdasarkan keputusan PN Semarang tersebut. “Kalau tidak ada banding dari provinsi, harusnya dana itu segera dicairkan. Sampai kapanpun kan dana itu menjadi hak keraton,” tegasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja ADMIN&HELPER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Perempuan Patah Hati yang Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Sedang Tuhan pun Cemburu
Kisah Orang Orang Scorpio
Kind Looking Eyes

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…