PILGUB BALI
KPU Bali Bongkar Kotak Suara, PDIP Kecam Keras

Ilustrasi Pilkada (JIBI/Solopos/Antara)Ilustrasi pilkada (JIBI/Solopos/Antara)

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Antara)

DENPASAR – Pengurus DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bali memprotes sikap KPU Bali yang mengeluarkan surat edaran untuk membongkar kotak surat suara Pilkada Bali, bertujuan mencari data pendukung menghadapi gugatan PDIP di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saat PDIP Bali ngotot membuka formulir C1 saat rekapitulasi suara, KPU Bali tak memperkenankan. Tetapi ketika ini sudah menjadi sengketa, mengapa mau dibuka. Ada apa dengan KPU?” tukas Pengurus DPD PDIP Bali Ketut Tama Tenaya di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan PDIP sangat mencurigai instruksi sebagaimana tertuang dalam surat KPU Bali yang ditujukan kepada KPU kabupaten dan kota se-Bali. “Kami patut mempertanyakan independensi KPU Bali. Membongkar kembali kotak suara tanpa transparansi. Buktinya saksi kami tidak diundang sama sekali. Kami pertanyakan independensi dan transparansinya,” kata politikus.

Tama Tenaya mengatakan jika partainya menyayangkan langkah dan tindakan KPU Bali tersebut. “Kita menyayangkan KPU Bali yang dibiayai Rp133 miliar tidak bisa mengemban amanah secara jujur dan transparan,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali itu.

Menurut dia, jika KPU Bali sejak lalu mengizinkan membuka formulir C1, maka persoalan Pilkada Bali tak perlu sampai bergulir ke MK. “Jika pun dari hasil hitungan C1 kami kalah, kami legawa,” kata Tama Tenaya.

Editor: | dalam: Pilkada,Politik |

13 Komentar pada “PILGUB BALI : KPU Bali Bongkar Kotak Suara, PDIP Kecam Keras”

  1. fauzan
    30 Mei 2013 pukul 09:18

    partai yg belum dewasa… Kalau berani maju harus siap kalah dan menang bro….

  2. i gede winasa
    30 Mei 2013 pukul 09:57

    kalau mau jujur, PDIP sudah bermain sejak rekruitment KPU propinsi & kabupaten/kota september 2008 dan rekruitment panwaslu prov/kab/kota.
    Hanya saja yang direkrut ternyata orang-orang yang pragmatis, doyan duit, manipulasi dana pemilu, SPPD fiktif, pelatihan fiktif, dsb.
    kecurangan PDIP juga sistematis, hanya saja belum cukup memenangkan calon mereka.
    Sekarang mereka terkena batunya sendiri.
    Ini peajaran untuk berdemokrasi lebih sehat serta membentuk organisasi penyelenggara pemilu yang benar-benar profesional.

  3. SUNARTO
    30 Mei 2013 pukul 14:36

    selamat pak made mangku pastika dan pasangannya anda pantas jadi gubernur bali lagi

  4. yudi
    30 Mei 2013 pukul 17:01

    knapa ya setiap calon yg diusung PDIP klah kok ujungnya mnggugat MK, tp klo clon yg diusung partai lain kalah, dia gk mnggugat, brsikap legowo, mlah mngadakan prtemuan antara yg mnang dn yg klah untk mngatasi msalah daerah untk msa mndatang, coba kita bandingkan sehabis Pilkada yg trbaru di Prop. Bali dan Jawa Tengah, prbandinganya jauh antara bumi dan langit, dlm mnyikapi hsilnya, trutama yg kalah, apa PDIP tu ikut kompetisi maunya menang, tp gk mau kalah ya, slain itu, stiap planggaran yg dilakukan calon maupun kader PDIP tu tdk ditindak, mlah yg mlakukan partai lain ditindak, coz hmpir smua daerah, baik Kab/Kota maupun Propinsi klo clonya kalah ujung2nya mnggugat ke MK, cntohnya yg terabu slain di Bali, Jabar, Smut jg gtu, kyak anak kecil aja, n play group dkit2 ngambek…,,,,

    • samuelsilitonga
      3 Juni 2013 pukul 02:04

      halooo bro,klu tak ngerti politik tak usah comen lah.,,nonton aja luh

  5. made nariana
    30 Mei 2013 pukul 17:05

    Betullllllll

  6. kadek gases
    30 Mei 2013 pukul 17:17

    Siapapun pememimpin bali , yang terpenting masyarakat bali damai. Selamat buat pak mangku..

  7. unyil
    31 Mei 2013 pukul 09:50

    PDIP d BALI sudah merasa berkuasa dari dulu.
    jadinya saat kalah,hmpr semua pihak di salahkan.
    partai besar haruz siap kalah.
    legowo

  8. bryen
    31 Mei 2013 pukul 12:11

    PDIP siap menang tapi sing siap kalah>>…..

  9. budi ppdi
    31 Mei 2013 pukul 13:49

    Slamat pasti kerta..masy bali sdh cerdas..mbak mega trima aja..!!

  10. 1 Juni 2013 pukul 13:39

    Pilkada paling konyol.. karena incumben mantan kapolda mk hrs dijaga ormas dan kerahkan 9000 aparat untuk kuasai tps dan kpu. Hakim garis boleh bermain, wasitnyapun terus2an kasih hadiah penalti kepada penguasa. Gak cukup, KPU boleh buka kotak suara seenak perut sdr. Ah.. nasibmu rakyat Bali…

  11. 1 Juni 2013 pukul 13:56

    Hidup Taman Hutan Rakyat utk Investor
    Hidup Korupsi Sound Sistem Art Centre
    Hidup CPNS bodong di Pemprov Bali dan Badung
    Hidup Korupsi LED TV
    Hidup Perusakan Lingkungan Bali

  12. pasti kerta pro rakyat kecil
    1 Juni 2013 pukul 14:11

    Buka kotak sendiri, apa yang salah? Pasti Kerta sudah menang. Biar anjing menggonggong yang penting gubernur pasti kerta

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »