PERAYAAN WAISAK
Dharmasanti ribuan Umat Budha Jateng-DIY di Candi Sewu Berlangsung Khidmat

Ribuan umat budha merayakan Waisak di Candi Sewu, Sabtu (25/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)Ribuan umat budha merayakan Waisak di Candi Sewu, Sabtu (25/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan)

KLATEN – Perayaan Tri Suci Waisak umat Budha di Candi Sewu, Prambanan, Sabtu (25/5/2013) berjalan khidmat. Sebanyak 5.000 umat Budha dari Jawa Tengah (Jateng), Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti prosesi acara Dharmasanti dan ritual menyambut detik-detik Waisak 2557 BE/2013.

Acara Dharmasanti mulai digelar sejak Jumat (24/5/2013) malam di tempat yang sama. Acara itu juga dihadiri Dirjen Bimas Budha Kementerian Agama, A Joko Wuryanto pada Jumat. Pada kesempatan itu, Joko menyerahkan tokoh wayang kepada Dalang Raden Sahid Suwondo Wondo Carito yang kemudian memainkan wayang kulit di lokasi setempat.  Kemudian pada Jumat tengah malam dilakukan siraman bagi peserta ruwatan dan panitia.

Sementara, dalam ritual menyambut detik-detik Waisak pada Sabtu diawali dengan pradaksina, yaitu meditasi sambil berjalan mengelilingi Candi Lumbung ke arah barat menuju Candi Sewu. Ritual itu diiringi musik karawitan Surya Budaya WBI GK.

Setelah itu, ribuan umat kemudian berkumpul di Candi Sewu untuk mengikuti ritual puja bakti menyambut puncak Hari Waisak yang jatuh pada Jumat suang pukul 11.24 WIB.

“Tema Waisak kali ini yaitu Kasih Budha Menerangi Dunia. Intinya memang memperingati tiga peristiwa suci yaitu kelahiran calon Budha, tercapainya penerangan sempurna dan Mahaparinirwana Budha yaitu Budha Gotama meninggalkan dunia ini,” papar Koordinator Humas kegiatan, Kartomo, kepada wartawan, Sabtu.

Dia mengungkapkan dalam detik-detik Waisak itu juga digelar arakan persembahan yang berisi hasil tanaman rakyat seperti palawija dan buah-buahan yang dilakukan oleh sekelompok umat Budha dari Wonosari, Gunung Kidul. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan marching band dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Budha (STIAB) Semaratungga Boyolali.

Detik-detik Waisak ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Mahathera Nyanasuryanadi. Kemudian, acara diakhiri dengan pembagian air berkah waisak kepada ribuan umat dan pentas kesenian rakyat.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »