PENGUMUMAN UN
Pelajar Boyolali Dilarang Konvoi

Ilustrasi pengumuman (Dok/JIBI/SOLOPOS)Ilustrasi pengumuman (Dok/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI--Kalangan pelajar tingkat SMA/SMK di Kabupaten Boyolali, dilarang melakukan konvoi saat pengumuman hasil ujian nasional (UN) yang dijadwalkan hari ini, Jumat (24/5/2013).

Aparat terkait diminta tegas menindak jika ada pelajar yang melanggar larangan konvoi tersebut. Hal itu dikemukakan anggota Komisi IV DPRD Boyolali, Agus Ali Rosyidi ketika ditemui wartawan di Gedung DPRD setempat, Kamis (23/5/2013).

Agus juga meminta aparat, baik pemerintahan maupun kepolisian, mengantisipasi adanya tawuran antarpelajar saat pengumuman kelulusan tersebut. Hal itu mengingat pernah terjadi kasus tawuran antarpelajar bertepatan dengan waktu pengumuman hasil UN tingkat SMA/SMK itu, beberapa tahun silam.

”Saya minta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), pihak sekolah serta jajaran Satlantas Polres Boyolali, untuk mengantisipasi supaya tidak sampai terjadi konvoi di jalan, termasuk juga jika ada tawuran antarpelajar. Hal itu melihat pengalaman beberapa waktu lalu saat pengumuman UN, ada tawuran dua sekolah. Jika ada pelanggaran, aparat terkait harus menindak tegas,” ungkap Agus.

Antisipasi itu menurut Agus, juga berkaitan dengan berlangsungnya masa tenang menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 ini. “Salah satunya juga karena saat ini berbarengan dengan masa tenang jelang Pilgub Jateng. Jangan sampai dinodai konvoi eforia kelulusan pelajar SMA/SMK,” imbuhnya.

Kepada orangtua siswa, Agus juga meminta supaya bisa memberikan pengertian kepada anak-anak mereka agar merayakan kelulusan secara sederhana.

“Rayakan saja secara sederhana, kan masih banyak caranya. Salah satunya menyumbangkan pakaian pantas pakai untuk yang membutuhan uluran bantuan, harapan kami jangan sampai ada korban yang jatuh akibat konvoi di jalan,” jelas dia.

Terpisah, Sekretaris Disdikpora, Abdul Rahman, menjelaskan hasil pengumuman diambil Kamis malam di Semarang. Pengumuman itu akan dibagi Jumat pagi dan selanjutnya dianalisis oleh pihak sekolah. Sehingga paling cepat baru bisa diumumkan pukul 15.00 WIB.

“Kami sudah koordinasi dengan Polres untuk pengamanan, untuk pengumuman yang mengambil adalah orangtua siswa,” jelas dia.

Abdul Rahman menegaskan larangan konvoi bagi pelajar saat pengumuman UN tersebut. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres untuk menindak pelanggaran.  Sedangkan untuk mengantisipasi tawuran pelajar, pihaknya juga sudah meminta penjagaan aparat di tiap sekolah, yakni sedikitnya dua orang petugas untuk tiap sekolah. Namun bagi sejumlah sekolah yang diwaspadai, pihaknya meminta minimal lima orang petugas yang melakukan pengamanan.

Simak berita terkait : http://digital.solopos.com/file/24052013/

Editor: | dalam: Boyolali |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »