Salah satu sudut kolam renang di objek wisata Sendang Pinilih di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari) Salah satu sudut kolam renang di objek wisata Sendang Pinilih di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari)
Senin, 20 Mei 2013 12:23 WIB Dian Dewi Purnamasari/JIBI/SOLOPOS Travel Share :

Sendang Pinilih, Masih Sepi, Jadi Alternatif Wisata Air Sukoharjo

Salah satu sudut kolam renang di objek wisata Sendang Pinilih di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari)

Salah satu sudut kolam renang di objek wisata Sendang Pinilih di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari)

Pancuran air kecil yang terbuat dari pipa paralon berwarna putih tak henti-hentinya mengucurkan air. Air yang keluar dari pipa tersebut memenuhi salah satu kolam renang di Sendang Pinilih, Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Minggu (19/5/2013). Beberapa pemuda berusia belasan tahun terlihat asyik berendam dan menyembul dari balik permukaan air. Sebagian dari mereka juga melompat dengan gaya khas sebelum nyemplung ke dalam kolam.

Siang itu, udara cukup cerah. Jajaran perbukitan Midodaren dan Calangan menjadi latar apik kolam renang. Kendati matahari bersinar terik, belasan pengunjung sendang tetap asyik dengan aktivitasnya. Mereka mengobrol, berlari dari satu kolam ke kolam lain sambil bercengkerama.

Pengunjung dari Jatipuro, Karanganyar, Anto, 49, mengatakan sudah beberapa kali mengantar anaknya ke lokasi tersebut. Ia sengaja memilih lokasi yang tidak terlalu ramai untuk memuaskan hasrat bermain anak laki-lakinya itu. Dengan harga tiket masuk (HTM) Rp7.000/orang pada akhir pekan, anaknya bisa berenang dengan puas. Harga itu menurutnya cukup terjangkau. Bersama istrinya, ia juga dapat mengamati pergerakan anaknya dari balai yang dipasang di pinggir kolam.
“Sudah beberapa kali datang ke sini [Sendang Pinilih]. Kami cukup nyaman. Kebetulan anak juga senang sekali berenang,” ujarnya.

Karyawan Sendang Pinilih, Pipit Iga Mawarni, mengatakan kolam renang tersebut sudah berdiri sejak empat tahun silam. Di dalam area tersebut terdapat tiga kolam renang dan satu kolam ikan. Kolam renang masing-masing berkedalaman setengah meter, satu meter dan dua meter. Pengelola juga menyediakan sewa ban dan baju renang untuk pengunjung. Masih di dalam area kolam, terdapat kantin yang menjual aneka makanan ringan serta mi rebus, mi goreng dan nasi goreng. HTM pada akhir pekan dan tanggal merah dibanderol Rp7.000/pengunjung. Sementara pada hari kerja HTM dipatok Rp6.000/pengunjung.

“Kami juga melayani pengunjung rombongan. Biasanya akan kami beri potongan harga senilai Rp4.000 per orang untuk minimal pengunjung 20 orang,” beber dia. Selain berenang, pengunjung juga dapat bersantai menikmati pemandangan hamparan hijau sawah dan pegunungan saat udara cerah.

Pipit menuturkan air yang digunakan untuk mengisi kolam renang diambil dari sumur bor. Sepekan sekali, air itu dikuras dan dibersihkan. Rata-rata pengunjung pada hari kerja biasanya 18-20 orang. Sementara pada akhir pekan dan libur hari raya pengunjung bisa mencapai 60-80 orang. Rata-rata pengunjung berasal dari kabupaten sekitar seperti Karanganyar dan Wonogiri. Tak jarang pengunjung juga berasal dari rombongan anak-anak pendidikan usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Pengunjung rombongan dapat memesan menu makan siang sesuai dengan keinginan mereka.

“Pengunjung rombongan biasanya memesan jauh-jauh hari supaya kami bisa mempersiapkan menu pesanan mereka,” terangnya.
Pemilik mempekerjakan tiga orang karyawan untuk mengurus kebersihan kolam, lingkungan dan mengelola kantin. Objek wisata yang berada di Kecamatan Nguter ini buka setiap hari pada pukul 08.00 WIB-17.00 WIB.

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…