Fajar Satriadi (Dok/JIBI/SOLOPOS) Fajar Satriadi (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 13 Mei 2013 11:53 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/SOLOPOS Issue Share :

Fajar Satriadi akan Meriahkan Ultah Jakarta

Fajar Satriadi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

Setelah sukses memerankan Raden Mas Said lewat drama tari Matah Ati, Fajar Satriadi akan kembali naik panggung lewat drama tari Romansa Ariah.  Kisah legendaris perjuangan tokoh pejuang perempuan asal Betawi yang berani melawan pemerintahan Belanda ini, akan dipentaskan saat puncak perayaan ulang tahun hari jadi Ibukota di jantung Kota Jakarta, Tugu Monas, Jumat-Minggu (28-30/6/2013).

Romansa Ariah disutradari Atilah Soeryadjaya.Selain menjadi sutradara, Atilah merangkap peran menjadi produser. Jay Subyakto kembali didaulat menggarap tata artistik pementasan yang digelar selama tiga hari ini.

Ditemui  Solopos.com di Pura Mangkunegaran,  Solo, akhir pekan kemarin,  Fajar Satriadi mengungkapkan dalam pertunjukan tersebut dirinya dipasangkan dengan penari asal ISI Solo, Ida Lala.

“Saya kembali jadi penari utama. Nanti acaranya diadakan di Monas. Pertunjukannya sendiri didukung dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” katanya.

Kesalahan persepsi di masyarakat mengenai figur Ariah mendorong Fajar Satriadi tergerak kembali naik pentas dalam drama tari bersama Atilah dan Jay Subyakto.

“Dalam budaya Betawi, Ariah yang sering disebut Mariah atau Mariam itu tokoh penting. Tapi yang berkembang di masyarakat adalah cerita mistis Hantu Jembatan Ancol. Ariah itu tokoh penting. Perempuan yang mempertahankan kehormatannya. Bukan semata persoalan gender,” tandasnya.

Penggarapan drama tari ini, lanjutnya, menggunakan latar cerita saat penjajahan Belanda di Betawi pada periode 1869-1870. “Ibu Atilah dengan teman-teman ingin mengangkat kembali salah satu budaya Betawi. Semua orang nantinya berhak menginterpretasi cerita ini. Kami mengunakan penalaran cerita yang berbasis riset,” terangnya.

Fajar berharap Romansa Ariah bisa meninggalkan kesan yang mendalam seperti Matah Ati.   “Harapannya seperti itu,” pungkasnya.

Fajar memulai debutnya lewat drama Suropati, besutan koreografer Retno Maruti dan Sentot S. Empat tahun kemudian, Maestro Tari, Sardono W. Kusumo, mempercayainya menjadi Diponegoro lewat Opera Diponegoro.  Baru-baru, ia yang kembali dipercayai Atilah Soeryadjaya untuk memerankan karakter Raden Mas Said dalam Matah Ati.

lowongan kerja
lowongan kerja REPORTER FOTO Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Blus Ivana AW-01
Blus Adina AW-12
Dress Etnik AW-07
Blouse Turtle AW-06

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…