PILGUB JATENG
Kampanye Ganjar-Heru Diwarnai Konvoi, Megawati Sindir Simpatisan

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri [kanan], saat berorasi di depan ribuan simpatisannya di lapangan Merdeka, Karanganom, Minggu (12/5/2013). Dalam orasi, Megawati sempat melemparkan sindiran kepada simpatisannya yang bertindak kurang santun saat mengendarai motor. JIBI/SOLOPOS/Shoqib AngriawanKetua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri [kanan], saat berorasi di depan ribuan simpatisannya di lapangan Merdeka, Karanganom, Minggu (12/5/2013). Dalam orasi, Megawati sempat melemparkan sindiran kepada simpatisannya yang bertindak kurang santun saat mengendarai motor. JIBI/SOLOPOS/Shoqib Angriawan

KARANGANOM—Kedatangan Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani saat kampanye Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko di lapangan Merdeka, Karanganom diwarnai aksi konvoi oleh pendukungnya, Minggu (12/5/2013).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, aksi konvoi pendukung Ganjar sudah terlihat sekitar pukul 10.00 WIB di Klaten dan sekitarnya. Aksi konvoi tidak hanya dilakukan di jalan yang ada di pedesaan, namun juga di jalanan perkotaan. Meski demikian, aksi konvoi itu tidak bisa diredam oleh aparat kepolisian.

Aksi konvoi itu menyebabkan suara bising di sepanjang jalan yang dilewati pendukung Ganjar. Bahkan, tidak sedikit pengendara motor yang berkonvoi menyambut kampanye itu melanggar peraturan lalu lintas seperti, tidak mengenakan helm, melanggar lampu merah dan berboncengan lebih dari satu orang.

Dalam orasi di lapangan Merdeka, Karanganom kemarin, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sempat menyindir pendukungnya yang bertindak kurang terpuji dalam berkendara. Dia sempat mengawali pembicaraan dengan banyaknya kendaraan bermotor yang ada di Indonesia.

“Masuknya motor di Indonesia itu membuat unggah-ungguh maupun sopan santun masyarakat terkena erosi,” tegasnya saat memberikan orasik kepada ribuan simpatisan pedukung PDI Perjuangan, Minggu. Sebagai masyarakat yang mencintai Bung Karno, menurutnya, harus menjunjung tinggi nilai sopan-santun dan memiliki nilai karakter dan kepribadian.

“Saya prihatin melihat keadaan seperti ini [berkampanye dengan motor dan menimbulkan suara bising],” ungkapnya.

Dia juga mengatakan simpatisannya banyak yang tidak mengenakan helm saat mengendarai motor. Menurutnya, gaya yang dianggap masyarakat modern itu salah kaprah. Sebab, helm digunakan demi keselamatan pengedaranya juga, bukan untuk ajang gagah-gagahan.

Di tengah orasinya, dia juga meminta pendukungnya untuk tidak membunyikan sepeda motor dengan suara keras. Dia mengatakan suara keras dari motor itu bisa memecah perhatian kampanye. Meski demikian, Megawati memuji Klaten sebagai daerah yang memiliki suara terbanyak di eks Karesidenan Surakarta.

Editor: | dalam: Politik |
Menarik Juga »