Rabu, 8 Mei 2013 05:45 WIB Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

TUNJANGAN SERTIFIKASI
Pencairan Tunjangan Guru di Sragen Tak Serentak

SRAGEN – Tunjangan sertifikasi guru triwulan pertama di Kabupaten Sragen tak bisa dicairkan secara serentak. Pasalnya, SK tunjangan sertifikasi masing-masing pegawai negeri sipil (PNS) tak turun secara bersamaan. Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen menargetkan sebelum tunjangan sertifikasi tahap II yaitu pada triwulan kedua tahun ini, semua PNS bersertifikasi di Kabupaten Sragen sudah mendapatkan dana tunjangan pada tahap I.

Kepala Seksi (Kasi) PTK Pendidikan Dasar Bidang PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Sutarman, Selasa (7/5/2013), menjelaskan dari sebanyak 5.162 PNS bersertifikasi, baru sekitar 2.840 guru yang sudah bisa mencairkan dana tunjangannya, yaitu pada Rabu (1/5) lalu. Pasalnya, SK mereka sudah turun lebih awal dibandingkan PNS lainnya. Sementara, sisanya, menunggu SK tunjangan sertifikasi yang saat ini baru turun sebagian.

Sutarman mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 550 nama guru yang SK Sertifikasinya sudah resmi  keluar. Ditambah 1100 nama lainnya yang sudah terdaftar di situs milik Kementrian Pendidikan Nasional. Sisanya masih menunggu kabar dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Sutarman, memastikan, tunjangan sertifikasi tahap I untuk PNS lainnya bakal keluar akhir  Mei mendatang. Jika Mei semua SK belum keluar, ia tetap mengusahakan pencairan dana tersebut. Sisanya diusahakan maksimal Juni atau bersamaan dengan pencairan sertifikasi tahap II.

“SK lainnya belum turun. Kami usahakan selanjutkan dana tunjangan cair pada akhir Mei ini. Kalau Mei belum lengkap semuanya maksimal Juni atau Juli bersamaan tunjangan sertifikasi tahap II. Setelah smeua SK keluar semoga tunjangan pada periode selanjutnya lancar,” urainya.

Menurut Sutarman, tahun ini, dana yang diturunkan pemerintah pusat untuk tunjangan sertifikasi PNS guru di Kabupaten Sragen sebesar Rp212 miliar. Ditambah Rp7 miliar untuk gaji tambahan guru PNS non sertifikasi.

Jika tunjangan PNS sertifikasi tersendat, gaji tambahan PNS non sertifikasi tahun ini menurut Sutarman berjalan lancar. Pencairan gaji tambahan tahap I untuk sebanyak 1.551 PNS non sertifikasi telah disalurkan tanpa kendala. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masing-masing PNS memperoleh gaji tambahan sebesar Rp250.000 per bulan. Sama halnya dengan PNS bersertifikasi, gaji tambahan bisa dicairkan setiap tiga bulan sekali.

“Kami menarget 2014 ini semua PNS di Sragen sudah bersertifikasi, maksimal tahun 2015. Selanjutnya diganti dengan PLPG,” tegasnya.

Lowongan Pekerjaan
Dosen Tetap Akuntansi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Karyawan RM

    BUTUH CEPAT KARYAWAN Rumah Makan Di  Kalimantan Max Usia 28 Segera  Hub: 0812.7620.8224 Pak Win…

  • Lowongan Admin Keuangan

    BUTUH : KEUANGAN Syarat : Muslimah Mengerti Laporan Keuangan/Pajak Punya Motor Kirim Data Pribadi Via email :…

  • Lowongan Sales

    DIBUTUHKAN SALES Freelance,Fasilitas : Gaji & Uang Transport. Kirim Lamaran Lengkap ke : Bagian Sirkulasi…

  • Promo Honda

    BUTUH MOBIL??Siap Kirim Brio,Brv,Mobilio Hub GDT:081329937377…

  • Lowongan Waitress & Cook

    CARI WAITER/Waitress,Cook,Untuk Rest baru di Solo.Hub: 0271 – 725717…

  • SUZUKI PU’1983

    JUAL SUZUKI PU’1983 casis + mesin oke.kaleng.AD Karananyar. Harga: 13.5jt Hub:085100065102…

  • Promo Honda Solobaru

    HONDA SOLO BARU Promo BRIO DP 5Jutaan MOBILIO DP 7 Jutaan BRV dp 26jt an proses cpt langsung approve.WIDYA 08…

  • SIDEKICK’1996

    JUAL SIDEKICK’1996 AD,VR,Harga:61Juta/Nego.Hub:081.2298.8312…

Leave a Reply


PROMO SPESIAL
Blouse Kombinasi Lurik NIA-021
Kain Batik Print Sogan NIA-017
Kain Batik Cap Rainbow NIA-016
Dress Capung NIA-011

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…

Switch to mobile version