TUNJANGAN SERTIFIKASI
Pencairan Tunjangan Guru di Sragen Tak Serentak

SRAGEN – Tunjangan sertifikasi guru triwulan pertama di Kabupaten Sragen tak bisa dicairkan secara serentak. Pasalnya, SK tunjangan sertifikasi masing-masing pegawai negeri sipil (PNS) tak turun secara bersamaan. Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen menargetkan sebelum tunjangan sertifikasi tahap II yaitu pada triwulan kedua tahun ini, semua PNS bersertifikasi di Kabupaten Sragen sudah mendapatkan dana tunjangan pada tahap I.

Kepala Seksi (Kasi) PTK Pendidikan Dasar Bidang PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Sutarman, Selasa (7/5/2013), menjelaskan dari sebanyak 5.162 PNS bersertifikasi, baru sekitar 2.840 guru yang sudah bisa mencairkan dana tunjangannya, yaitu pada Rabu (1/5) lalu. Pasalnya, SK mereka sudah turun lebih awal dibandingkan PNS lainnya. Sementara, sisanya, menunggu SK tunjangan sertifikasi yang saat ini baru turun sebagian.

Sutarman mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 550 nama guru yang SK Sertifikasinya sudah resmi  keluar. Ditambah 1100 nama lainnya yang sudah terdaftar di situs milik Kementrian Pendidikan Nasional. Sisanya masih menunggu kabar dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Sutarman, memastikan, tunjangan sertifikasi tahap I untuk PNS lainnya bakal keluar akhir  Mei mendatang. Jika Mei semua SK belum keluar, ia tetap mengusahakan pencairan dana tersebut. Sisanya diusahakan maksimal Juni atau bersamaan dengan pencairan sertifikasi tahap II.

“SK lainnya belum turun. Kami usahakan selanjutkan dana tunjangan cair pada akhir Mei ini. Kalau Mei belum lengkap semuanya maksimal Juni atau Juli bersamaan tunjangan sertifikasi tahap II. Setelah smeua SK keluar semoga tunjangan pada periode selanjutnya lancar,” urainya.

Menurut Sutarman, tahun ini, dana yang diturunkan pemerintah pusat untuk tunjangan sertifikasi PNS guru di Kabupaten Sragen sebesar Rp212 miliar. Ditambah Rp7 miliar untuk gaji tambahan guru PNS non sertifikasi.

Jika tunjangan PNS sertifikasi tersendat, gaji tambahan PNS non sertifikasi tahun ini menurut Sutarman berjalan lancar. Pencairan gaji tambahan tahap I untuk sebanyak 1.551 PNS non sertifikasi telah disalurkan tanpa kendala. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masing-masing PNS memperoleh gaji tambahan sebesar Rp250.000 per bulan. Sama halnya dengan PNS bersertifikasi, gaji tambahan bisa dicairkan setiap tiga bulan sekali.

“Kami menarget 2014 ini semua PNS di Sragen sudah bersertifikasi, maksimal tahun 2015. Selanjutnya diganti dengan PLPG,” tegasnya.

Editor: | dalam: Sragen |

8 Komentar pada “TUNJANGAN SERTIFIKASI : Pencairan Tunjangan Guru di Sragen Tak Serentak”

  1. wilujeng
    9 Mei 2013 pukul 11:12

    Saya prihatin kenapa pencairan tersendat, kenapa dapodik di persulit sehingga data salah dan belum lolos mendapat sertifikasi , padahal daerah lain ndak seberti di Sragen lho …Apa Sragen memang beda ? Kami dibuat kebingungan, mohon kejelasan dan transparansinya …dan kenapa sertifikasi yang 2 bulan November Desember 2012 belum keluar ? Apa memang disimpankan dulu biar aman..

  2. mamad
    9 Mei 2013 pukul 18:45

    Sragen kan beda, kalo ada apa2 pasti cepat dan terbuka… ga tau ya derah lain… itu kan urusan masing2… ngapain lo ikut campur? Apa jangan2 punyalo jg belum keluar… hahahaha…kasian…. hihihihihi

  3. margo
    12 Mei 2013 pukul 18:50

    ya,mesti tersendat kini sedikit ayem sebab dataku sudah valid dan bunyi status SKku : sudah SK tanggal 13 maret 2013 namun sampai sekarang blm turun juga… pripun hihihi……………..

  4. andriyani
    31 Mei 2013 pukul 04:12

    jangankan yg blm ada SK . saya yg sdh ada SK dan no rekening sampe hari ini blm cair. ada lagi kasus guru non PNS sudah impassing dng gol 3d ttp tunjangan profesi yg diterima sama dengan guru yg blm impassing padahal jelas di data DAPODIKnya tertulis gaji pokok sesuai dg golongannya gmn ini sepertinya asal-asalan aj kerja dan penerapan peraturannya !!!!!

  5. suparrmi
    31 Mei 2013 pukul 21:36

    emang ya soal dapodik blm kelar juga gmn ni jumlah jam 12 jam di smp 12 di smk, smk kan masih manual apa bisa cepat ..sedang di smp sudah online da menurut oprator dah dimasukkan lewat operator dinas tolong dong padahal teman lain dah pada valid semua….

  6. Umar Bakri
    1 Juni 2013 pukul 05:33

    Yg paling menyedihkan dan memalukan itu Klaten guru2 di paksa bayar 400.000 alasannya untuk mengurus SK ke Jakarta padahal SK itu sdh ada bs di lihat di Dir P2TK. Guru2 tdk pada berani karena takut di mutasi.

  7. Mohamad Ali Wardoyo
    2 Juni 2013 pukul 13:43

    Kalau di Kabupaten lain sudah bisa dicairkan TPP maka bersyukurlah karena di Kab. Karanganyar sampai 2 Juni 2013 masih belum menikmati pencairan TPP. Akankah Juni 2013 kami bisa menikmati pencairan TPP?

  8. dedi dores
    9 Juni 2013 pukul 01:49

    asemm-asemm…….
    sertivikasi triwulan I belum keluar mpe sekarang,padah dah valid.
    tambah rapelan juga gak keluar-keluar juga padahal dah waktunya…
    sebentar lagi dah waktu jatahnya 13an juga akan keluar,apakah biar menelur biar anak pinak thoo……..
    mau makan apa anak istri kami kalau begini adanya…
    utang kemana-mana jagain keluar sertivikasi tp tetep molor ampai sekarang…
    biarlah,dosa2 kami dan teman2 kami yang nanggung yang bawa uang,karena slalu ulur-ulur waktu…
    ingat,itu hak kami semua….tlg ingat dosa dunia dan akherat.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Iklan Baris
  • ALAT PERAGA PENDIDIKAN

    Kami CV.GRASENA distributor Alat peraga Pendidikan mulai tingkat SD – SMP – SM…

  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »