PMI Klaten Pecahkan Dua Rekor Muri

Rabu, 08/5/2013
Anggota Palang Merah Remaja Klaten mendemonstrasikan keterampilan dalam menangani bencana. (JIBI/SOLOPOS/M Khodiq Duhri)Anggota Palang Merah Remaja Klaten mendemonstrasikan keterampilan dalam menangani bencana. (JIBI/SOLOPOS/M Khodiq Duhri)

KLATEN β€” Palang Merah Indonesia (PMI) Klaten berhasil mendapat dua penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Dua piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh perwakilan MURI, Paulus Pangka, pada upacara peringatan Hari Palang Merah se-Dunia ke-150 di Alun-Alun Klaten, Rabu (8/5/2013).

Piagam pertama diberikan setelah PMI Klaten menggelar kegiatan Lomba Sekolah Siaga Bencana (SSB) dengan jumlah peserta terbanyak yakni 3.270 siswa SMP/MTs dan SMA/SMK dari 26 kecamatan di Klaten. Lomba ini digelar di Lapangan Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV Diponegoro Klaten pada 9-10 Februari silam. Sementara piagam kedua diberikan setelah PMI mampu membuat replika raksasa dari logo organisasi kemanusiaan tersebut dari botol air mineral bekas yang berjumlah sekitar 8.000 buah.

β€œDua penghargaan rekor ini akan menjadi motivasi bagi PMI dan PMR [Palang Merah Remaja] untuk bekerja. PMI ingin masyarakat di tingkatan bawah bisa mengenal teknik atau cara penanggulangan bencana atau mengurangi dampak yang ditimbulkan bencana. Minimal warga bisa memberikan pertolongan pertama jika terdapat korban bencana,” papar Ketua PMI Klaten, Purwanto AC, saat ditemui wartawan seusai acara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan PMI di semua kalangan masyarakat Klaten. Menurut Purwanto, PMI sudah memberikan pelatihan siaga bencana kepada PMR di 110 sekolah. PMI juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian guna memberikan pelatihan tanggap bencana kepada kelompok tani dan gapoktan di Klaten.

β€œKlaten merupakan daerah rawan bencana peringkat keempat se-Jawa Tengah dan peringkat ke-19 tingkat nasional. Semua pegawai di SKPD [satuan kerja perangkat daerah] juga kami minta proaktif menyosialisasikan pentingnya penanggulangan bencana kepada warga di tempat tinggalnya,” kata Purwanto.