Sukoharjo King Rider (Soker) mengadakan acara gathering komunitas se-Jawa Bali dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 di Alun-alun Satya Negara, Minggu (5/5/2013). Komunitas ini terus berupaya untuk menghilangkan stigma buruk club motor di masyarakat. (Dian Dewi P/JIBI/SOLOPOS) Sukoharjo King Rider (Soker) mengadakan acara gathering komunitas se-Jawa Bali dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 di Alun-alun Satya Negara, Minggu (5/5/2013). Komunitas ini terus berupaya untuk menghilangkan stigma buruk club motor di masyarakat. (Dian Dewi P/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 7 Mei 2013 01:30 WIB Dian Dewi Purnamasari/JIBI/SOLOPOS Sukoharjo Share :

Masyarakat Keluhkan Etika Klub Motor di Jalan

Sukoharjo King Rider (Soker) mengadakan acara gathering komunitas se-Jawa Bali dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 di Alun-alun Satya Negara, Minggu (5/5/2013). Komunitas ini terus berupaya untuk menghilangkan stigma buruk club motor di masyarakat. (Dian Dewi P/JIBI/SOLOPOS)

SUKOHARJO—Masyarakat Sukoharjo mengeluhkan minimnya etika club motor di jalan raya. Mereka menilai mayoritas komunitas pengendarai sepeda motor kurang menghargai pengguna jalan lain saat berkendara di jalan raya.

Salah satu pengguna jalan di Sukoharjo, Mujiono, 48, mengatakan masyarakat sering merasa tidak nyaman saat club motor mengadakan touring di jalan raya.

Kondisi tersebut terutama dirasakan saat berkendara di dua jalur. Club motor seringkali mengabaikan kepentingan pengguna jalan lain saat mereka berjalan beriring-iringan di jalan raya.

“Sering kali ada yang kurang ajar karena tidak menengok kiri dan kanan. Mereka seharusnya bisa menghargai yang lain lah, terutama saat ada event di kota tertentu,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Minggu (5/5/2013).

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Minggu, sepanjang jalan di Sukoharjo memang dipadati berbagai komunitas sepeda motor berbagai merek.

Mereka berkendara dengan suara mesin yang cukup bising. Iring-iringan itu pun terlihat cukup mendominasi badan jalan. Salah satu peserta touring bahkan tidak segan menjulurkan kaki ke pengguna jalan lain saat melintas.

Keluhan serupa juga diungkapkan warga Sukoharjo Joko Susanto, 37. Ia menemui bahwa club sepeda motor sering ugal-ugalan. Selain itu, tak jarang komunitas sepeda motor itu beradu kecepatan.

Padahal, jalan raya digunakan oleh banyak pihak. Hal itu kemudian diperparah dengan suara bising yang mengganggu ketenangan.

Di jalan raya, ia cenderung mengalah saat bertemu dengan club sepeda motor tersebut. Hal itu ia lakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Sebagai masyarakat biasa saya minta aparat berwenang mengimbau mereka dan bersikap tegas. Karena ada juga yang beradu kuat di jalan raya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu club motor yang sedang menggelar acara di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo King Rider (Soker), dengan tegas menolak stigma buruk di mata masyarakat tersebut.

Penyuluhan Anggota

Penanggung jawab acara 2nd Anniversary Soker, Agus Setyanto, mengatakan pihaknya selalu mengadakan penyuluhan kepada anggotanya untuk berdisiplin di jalan raya. Ia juga terus melatih para anggota agar tidak ugal-ugalan di jalan.

Menurutnya, selama touring berlangsung, Soker selalu membawa serta petugas swiper. Swiper bertugas untuk mengontrol dan mengondisikan barisan sepeda motor. Kode yang dipakai adalah dengan menggunakan bahasa isyarat tangan.

“Saat jalan ramai, swiper akan mengondisikan satu barisan dengan kode satu jari. Sedangkan saat jalanan sepi mereka akan mengatur menjadi dua baris,” terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam momentum ulang tahun kedua Soker, ia ingin terus mengikis stigma negatif tersebut. Ia menekankan kepada seluruh anggotanya untuk menghargai pengguna jalan lain.

Saat disinggung mengenai kejadian kecelakaan antara ambulans dan motor gede (moge) di Jogja, ia menyatakan keprihatinannya. Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi pada Soker. Ia juga meminta kepada anggotanya untuk mengutamakan kehati-hatian dan mendahulukan terutama mobil ambulans untuk lebih dahulu lewat.

“Sebelum touring pasti ada rapat koordinasi dulu. Kami meminimalisir hal-hal yang seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, aparat kepolisian yang sedang berjaga saat itu, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasatbinmas) Polres Sukoharjo, AKP Zunaidi, mengatakan pihaknya selalu mengawal jalannya touring. Ia juga mengimbau kepada club motor agar menjaga kondusivitas saat mengadakan touring. Pasalnya, para anggota club motor biasanya sudah dilengkapi dengan peralatan touring yang memadahi.

“Biasanya dalam acara club motor kejadian yang rawan itu pencurian helm, sepeda motor dan mabuk-mabukan,” ujarnya.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR Ternama di Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…