Kota Solo Diproyeksi Jadi Ibukota Film

SOLO – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Widdi Srihanto, menilai pertumbuhan film di Kota Bengawan dari waktu ke waktu yang makin menggeliat membuat Kota Solo memiliki potensi menjadi Ibukota Film.

Indikasi pertumbuhan film di Kota Solo yang bergerak ke arah positif terlihat dari tingginya animo masyarakat pada penyelenggaraan Festival Film Solo (FFS) 2013.

Panitia FFS 2013 mencatat, selama lima hari FFS 2013 menyedot 5.452 penonton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan jumlah penonton FFS 2012 yang mencapai 4.142 penonton.

“Melalui FFS, saya melihat perfilman Solo berkembang. Ini baru tahun ketiga. Penyelenggaraannya bisa dibilang sederhana. Namun bisa mewadahi 5.000 lebih pecinta film. Ini hal yang membanggakan. Jadi ke depan Kota Solo bisa menjadi Ibukota film di Indonesia,” cetus Widdi saat ditemui Solopos.com, Senin (6/5/2013).

Widdi mengungkapkan komitmennya pada perkembangan film di Kota Bengawan. “Kami terbuka untuk lokasi pengambilan gambar, dukungan penyelenggaraan FFS tempo hari dan kemuajuan perfilman di Kota Solo ke depan,” katanya.

Senada dengan Widdi, Pengamat, kritikus film dan redaktur rumahfilm.org, Hikmat Darmawan, mengemukakan perkembangan film di Solo juga tumbuh ke arah yang positif. “Ini bisa dilihat dari festivalnya. Dalam waktu tiga tahun sudah menumbuhkan energi untuk menonton dan menciptakan film,” paparnya.

Sementara itu, Sutradara film, Ifa Isfansyah, melihat film sebagai bagian dari budaya wong Solo. “Dari beberapa pengalaman saya berkunjung dan melihat iklim perfiman di beberapa kota di Indonesia, saya melihat film sudah jadi bagian budaya wong Solo. Ketika geliat menonton itu ada, otomatis banyak film yang bakal lahir,” katanya.

Editor: | dalam: Solo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »