SBC VI 2013
Eksplorasi Unsur Air, Udara, Api dan Bumi

Mengamati kostum SBC (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)Mengamati kostum SBC (JIBI/SOLOPOS/Mahardini Nur Afifah)

SOLO – Sebanyak 120 orang peserta karnaval Solo Batik Carnival (SBC) VI 2013 dipastikan akan mengikuti perhelatan tahunan ini. Dengan mengusung tema Earth to Earth, para peserta diharapkan mengeksplorasi empat elemen dasar keseimbangan lingkungan, yakni udara, api, tanah dan air dalam penciptaan kostum.

Pada karnaval keenam ini, panitia SBC masih menggandeng Presiden Jember Fashion Carnival, Dynand Fariz, sebagai Direktur Artistik SBC.

Ditemui Solopos.com di sela-sela workshop keempat SBC 2013, di Solo Centre Point lantai 3, Fariz mengungkapkan konsep garapnya untuk SBC 2013.

“Ini sudah menginjak tahun keenam. Tentu saja harus ada kematangan dari sisi penggarapan. Karena acara ini banyak disorot. Kelasnya sudah internasional. Jadi konsep akan terus kami matangkan agar memberikan suguhan yang maksimal. Pokoknya SBC VI harus sukses,” tandasnya.

Roh dari pergelaran SBC VI dengan tema Earth to Earth, menurut Fariz, ingin mengangkat kembali hakikat kehidupan yang akan kembali ke kehidupan. “Tema sendiri diambil dari isu yang berkembang saat ini. Kami pilih Earth to Earth karena melihat kondisi yang ada sekarang ini,” paparnya.

Saat berbagi pengalaman dengan 120 peserta dan 50 pendamping peserta SBC 2013, Fariz memberikan suntikan ide segar untuk penciptaan kostum karnaval SBC 2013 dengan eksplorasi unsur air, udara, api dan bumi.

Fariz menilai kostum menjadi sesuatu yang penting sebagai inspirasi penunjang ke tema, sedangkan bagian tepenting dalam kostum karnaval adalah mahkota.

“Mahkota itu letaknya di kepala. Yang pertama dilihat orang saat karnaval. Lalu di kepala itu sendiri ada mata dan bibir yang berbicara. Di sana karakter peserta karnaval bisa dilihat secara langsung,” jelasnya.

Fariz memberikan gambaran ide ekplorasi unsur air sebagai konsep penciptaan kostum karnaval. Menurutnya, kebanyakan orang banyak mengasosiasikan warna biru sebagai penggambaran unsur air.

“Jangan terjebak di satu warna saja. Di dalam air sendiri ada spektrum warna lain misalnya putih. Atau bisa juga keperakan yang mencirikan kilau air,” tuturnya.

Untuk eskplorasi ide api, Fariz kembali memberikan gambaran ide yang bisa membantu peserta dan pendamping mengolah kreativitas mereka.

“Api jangan hanya warna merah saja. Tapi gunakan imajinasi, misalnya nyala api bisa dibuat sebagai aplikasi kostum. Seolah pakaian yang dikenakan apinya menyala-nyala,” tuturnya bersemangat.

Ditemui secara terpisah, Ketua SBC VI, Ikhwan Hidayat, menyampaikan jumlah partisipan yang terlibat pada SBC VI ini sebanyak 300 orang. Mereka terdiri dari panitia, peserta pendamping, peserta pendukung, instruktur dan panitia.

Ikhwan mengatakan kostum peserta karnaval ditarget bisa rampung akhir Mei 2013.

“Diharapkan akhir Mei kostum bisa selesai dipersiapkan. Sehingga memasuki Juni nanti, peserta sudah bisa melaksanakan latihan koreografi, pembuatan tema musik. Jadi gladi resik bisa dilaksanakan 23 Juni 2013 nanti,” singkatnya.

Pengarah Kelompok Api pada SBC VI, Haryanto Wibowo, mengatakan persiapan kostum kelompoknya saat ini mencapai 50%. Haryanto mengungkapkan kostum kelompok api didominasi warna merah dengan kombinasi batik bermotif parang.

“Warna merah dan batik motif parang bisa mewakili karakter api,” katanya.

SBC VI akan diselenggarakan pada 29 Juni 2013. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, start awal perhelatan tahunan ini akan dimulai dari Balaikota Solo dan berakhir di sekretariat SBC di Solo Centre Point.

Editor: | dalam: Issue |

Bisnis Indonesia

Fatal error: Call to undefined method WP_Error::get_item_quantity() in /home/dotcom/www/solopos/elements/themes/terbaru/widget-bisnis.php on line 8