Balapan Liar, 63 Motor Digaruk

Para pembalap liar hendak memulai aksi balapan liar di jalan  tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Sabtu (4/5/2013) petang. Aksi balapan liar tersebut dibubarkan petugas. (Istimewa) Para pembalap liar hendak memulai aksi balapan liar di jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Sabtu (4/5/2013) petang. Aksi balapan liar tersebut dibubarkan petugas. (Istimewa)

KARANGANYAR–Aksi balapan liar di lokasi jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu dibubarkan polisi pada Sabtu (4/5/2013) petang. Polisi menjaring sebanyak 63 sepeda motor yang digunakan para pembalap liar.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (5/5/2013) menyebutkan aksi balapan liar tersebut marak sejak beberapa bulan lalu. Para pembalap liar kerap beraksi pada Sabtu petang dengan berkumpul di jalan tol Soker di Desa Ngasem, Colomadu. Warga setempat yang resah dengan aksi balapan liar tersebut melaporkan ke pihak berwajib.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan razia balapan liar dilakukan untuk merespon keresahan warga setempat. Seluruh sepeda motor yang disita polisi langsung diangkut menggunakan truk ke Mapolres Karanganyar.

“Kami menindaklanjuti keluhan warga dengan menggelar razia besar-besaran di jalan tol Soker. Sepeda motor para pembalap liar langsung disita,” katanya saat ditemui wartawan, Minggu pagi.

Aksi balapan liar di Desa Ngasem, Colomadu telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Para pembalap liar yang kerap beraksi di jalan tol Soker di Desa Wonorejo, Gondangrejo memindahkan lokasi balapan di Desa Ngasem, Colomadu. Sebab, kawasan jalan tol Soker di Desa Wonorejo, Gondangrejo kerap dirazia petugas.

Lokasi jalan tol soker kerap menjadi ajang balapan liar karena kondisinya cukup sepi. Biasanya, mereka beraksi saat sore hari sekitar pukul 16.00-18.00 WIB. Mayoritas para pembalap liar merupakan remaja.

“Setelah jalan tol Soker di wilayah Gondangrejo steril dari balapan liar maka mereka berpindah ke tol soker di Desa Ngasem, Colomadu,” ungkapnya.

Sepeda motor yang dirazia karena tidak dilengkapi surat-surat kendaraan maupun perlengkapan standar. Seluruh sepeda motor tersebut bakal ditahan selama kurang lebih sebulan sebelum diambil pemiliknya. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap para pembalap liar.

Para pembalap liar juga memasang taruhan uang saat beraksi di jalan tol Soker. Pihaknya berkomitmen memberantas aksi balapan liar yang meresahkan warga setempat.

“Jadi sepeda motor disita selama sebulan, tidak boleh diambil oleh pemiliknya. Setelah sebulan, dipersilakan mengambil sepeda motor dengan melengkapi kelengkapan administrasinya,” jelasnya.

Editor: | dalam: Karanganyar |
Menarik Juga »