Dua petani di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, menunjukkan hama keong mas yang menyerang tanaman padi mereka, Jumat (3/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Ika Yuniati) Ilustrasi hama keong
Sabtu, 4 Mei 2013 02:45 WIB Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

Serangan Hama Keong Mas Resahkan Petani di 2 Kecamatan

Dua petani di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, menunjukkan hama keong mas yang menyerang tanaman padi mereka, Jumat (3/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Ika Yuniati)

Dua petani di Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, menunjukkan hama keong mas yang menyerang tanaman padi mereka, Jumat (3/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Ika Yuniati)

SRAGEN – Hama keong mas menyerang puluhan hektar tanaman padi di Kecamatan Sragen dan Sidoarjo, Kabupaten Sragen. Akibatnya tanaman-tanaman padi di kawasan tersebut banyak yang rusak dan mati. Petani pun terpaksa melakukan tambal sulam tanaman padi yang rata-rata berusia sekitar 25 hari setelah tanam (HST) itu.

Warga Jetak, Sidoharjo, Sragen, Saminah, 52, mengatakan serangan keong mas terjadi sejak tiga pekan lalu. Saat itu keong mas menyebar hampir di semua area persawahannya. Pasalnya, setiap kali dibuang, populasi keong tersebut seolah selalu bertambah. Ia pun terpaksa memunguti keong-keong tersebut setiap hari.

Selain memunguti keong-keong dengan beragam ukuran itu, Saminah juga berusaha memusnahkan populasinya menggunakan pestisida atau insektisida. Sejak tiga pekan lalu, ia mengaku telah menghabiskan dana sebesar Rp200.000 untuk membeli obat-obat pemusnah keong itu. “Kalau enggak diambili atau disemprot, nanti hamanya bisa bertambah dan tanaman padi mati semua,” ucapnya kepada Solopos.com.

Akibat serangan keong mas itu Saminah dan beberapa petani lain biasanya, terpaksa melakukan tambal sulam dengan menanam kembali bibit padi di beberapa tanaman yang ambruk. Meski serangan keong merupakan hal wajar yang sering terjadi setiap kali pascatanam, Ia, berharap ada penyuluhan atau perhatian dari pemerintah terkait agar petani tak semakin merugi. “Kalau ada keong begini, produksi semakin banyak. Belum lagi kalau dijual pas masa panen begitu, biasanya harga gabah anjlok,” ucapnya.

Senada, Sudaryono, warga Desa Gebang, Kecamatan Masaran, menjelaskan ia bahkan sampai mempekerjakan sejumlah orang untuk membantu memunguti keong di area persawahannya. Pekerjanya yang memunguti keong tersebut ia beri upah sebesar Rp50.000 per hari. Padahal, meski dipunguti setiap hari, keong itu tetap saja bermunculan. Hal semacam itu biasanya terjadi hingga hari ke-30. “Saya pernah per hari mendapatkan sekitar empat kantong keong. Per kantong beratnya sekitar lima kilogram. Tapi kalau padi sudah berusia besar, keong-keong itu tak lagi menyerang,” tegasnya.

Selain keong, hama tikus juga turut mengancam area persawahannya. Akhir-akhir ini menurutnya banyak sekali tikus liar yang menyerbu tanaman padinya. Ia sudah melakukan berbagai cara untuk mencegah kehadiran tikus-tikus tersebut, namun selalu gagal. Kini, Sudaryono mengaku pasrah dengan keadaan.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. ISM Bogasari Flour Mills, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply





iklan-mobile-1

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…