PILKADES BOYOLALI
Pilkades Dlingo Dipastikan Pekan Depan Kembali Diulang

BOYOLALI – Meskipun belum menyebutkan waktu dan tempat pelaksanaan, panitia pemilihan kepala desa (pilkades) Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, memastikan pilkades akan kembali diulang. Pelaksanaannya direncanakan pekan depan, sebelum 18 Mei 2013.

Ketua panitia pilkades Desa Dlingo, Darmaji, mengemukakan penyelenggaraan pilkades ulang tersebut sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 11/2006 (yang sudah direvisi dengan Perda No 22/2006), maupun Peraturan Bupati (Perbup) No 37/2006 (yang sudah direvisi dengan Perda No 55/2012) tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

“Kami belum bisa menyebutkan tanggalnya karena masih akan dirapatkan lebih lanjut dengan perangkat desa dan pihak terkait. Mungkin Selasa (7/5/2013) besok sudah ada keputusannya. Yang jelas kami selaku panitia melaksanakan sesuai ketentuan Perda dan Perbup, yang menyebutkan jika belum ada calon kades terpilih sesuai persyaratan perolehan suara, pilkades harus diulang dalam jangka waktu 30 hari setelah pilkades sebelumnya. Jadi targetnya sebelum 18 Mei nanti, pilkades sudah harus dilaksanakan,” ujar Darmaji ketika dihubungi Solopos.com melalui ponselnya, Sabtu (4/5/2013).

Darmaji mengungkapkan kemungkinan biaya penyelenggaraan pilkades ulang kali ini akan sedikit lebih besar dibandingkan pilkades ulang sebelumnya. Sebab pihaknya mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya honor yang diterima panitia minim dan tidak sebanding dengan kinerjanya.

“Ya sudah ada pertimbangan biaya, kemungkinan akan dianggarkan lebih besar dibanding pilkades ulang sebelumnya. Ada beberapa pertimbangan di antaranya kerja panitia yang berat, bahkan pekerjaan tidak bisa selesai dalam sehari. Contohnya saat pilkades ulang kemarin, honor yang diterima rata-rata hanya Rp100.000. itu tidak sebanding dengan tugas-tugas yang diemban masing-masing panitia,” ungkapnya.

Saat pilkades pertama, tersedia dana sekitar Rp37,5 juta untuk penyelenggaraannya. Salah satunya ada bantuan dana dari Pemkab Boyolali. Sementara untuk pilkades ulang 18 April lalu, pihaknya menganggarkan Rp20 juta. Kali ini, pihaknya berharap bisa dianggarkan dana lebih dari Rp20 juta. Untuk penyelenggaraan pilkades ulang, imbuh dia, dana hanya bersumber dari kas desa dan calon kades.

“Sesuai aturannya seperti itu. Bantuan dari Pemkab hanya satu kali saat pilkades pertama. Sedangkan untuk pilkades ulang, sesuai ketentuan bersumber dari desa dan calon kades. Tapi terkait hal itu, akan kami rapatkan lebih lanjut,” tambahnya.

Editor: | dalam: Boyolali |
Menarik Juga »