KECELAKAAN BUS SEMARANG
Oli Rem Habis, Bus Melaju Tak Terkendali

kecelakaan bus semarang (Antara)

SEMARANG-Hasil pemeriksaan sementara Dishubkominfo Kota Semarang terhadap peristiwa kecelakaan karambol yang terjadi kemarin karena sil roda bagian kiri belakang bus PO Nugroho bocor. Akibatnya oli rem habis sehingga bus melaju cepat di jalan menurun dan tidak terkendali.

“Untuk oli remnya habis, tidak ada sama sekali. Itu disebabkan sil roda belakang bocor. Drivernya kurang pengecekan kendaraan,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto, Sabtu (4/5)

“Jadi tidak ada minyak ya tidak bisa ngerem,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga akan mengevaluasi jalur tanjakan tanah putih yang menjadi lokasi kecelakaan. Jalur tersebut memang cukup berbehaya karena 200 meter sebelum traffic light dari arah Selatan (atas) ada dua belokan sehingga lampu traffic light tidak terlihat.

“Nanti kita evaluasi jalur itu, apakah berbahaya atau tidak. Kita evaluasi apakah masalah fasilitas apa sarana prasarananya apa human errornya,” pungkas Agus.

“Kami juga hari ini memanggil pengusaha angkutan untuk diberi pengarahan,” tandasnya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 di pertigaan Pasar kambing tepatnya di tanjakan Jl Wahidin Semarang. Saat itu bus bernopol H 1574 AG tersebut berjalan dari arah atas (Tanah Putih), diduga akibat rem blong, bus meluncur dan menabrak Livina kemudian melibatkan Jazz. Kemudian bus masuk ke jalur berlawanan dan menabrak sejumlah motor dan akhirnya berhenti setelah beradu dengan mobil sedan Mazda merah dan baliho besar. Beberapa saat setelah kejadian, supir bus, Susanto menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Dari data RS Roemani semarang teridentifikasi tiga korban meninggal yaitu Adi Nugroho (34), Agus Irvan Sulistyo (50) dan Eko Budiarto (36). Agus adalah pengemudi sedan Mazda yang sempat terjepit, sedangkan Eko merupakan warga Pandeyan, Kebonharjo, RT 4 RW 1 Kebon Agung, Semarang.

RS Roemani merawat 11 korban terluka yakni Suprihatin (35) warga Ngesrep Timur, Semarang, Retno Wilowati (31) warga Jl Kelapa Kopyor, RA Maya Hapsari (47) warga Potrosari, Adinda Putri (12) warga Potorsari, Affandi (55) warga Krobokan, Jenny Indiriawti (53) warga Jl Zebra Raya, Catur Bambang Wijan (49) warga Kesatrian (dirujuk ke RS Elisabet), Siti Munarziroh (44) warga Ngesrep, dan Sri Mulyani (25) warga Perumahan Permata Hijau, Khaela (7) warga Jl Kelapa Kopyor, dan Mr X (dirujuk ke RS Kariadi).

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »