MUSEUM KERIS
Desain Museum Berpeluang Direvisi

Ilustrasi keris (Dok/JIBI/SOLOPOS)Ilustrasi keris (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO--Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo menyatakan desain Museum Keris yang mengadopsi karakter Candi Sukuh masih bisa berubah. Hal itu menyusul masukan masyarakat yang menghendaki implementasi karakter bangunan Jawa.

Kabid Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya DTRK, Mufti Rahardjo, mengaku siap menampung setiap usulan masyarakat tentang Museum Keris. Mufti mengatakan, desain museum masih bisa berubah karena hingga kini detail engineering design (DED) baru rampung sebagian.

“Masih 50% dan belum menyentuh fisik bangunan. Jadi masih bisa berubah dengan mempertimbangkan usulan masyarakat,” ujarnya saat ditemui wartawan di Balaikota, Jumat (3/5/2013).

Saat uji publik DED Museum Keris, Rabu (1/5/2013), warga menilai pengadopsian arsitektur Candi Sukuh yang diakulturasi dengan warna kolonial kurang pas dengan karakter wong Jawa. DTRK pun berjanji mengakomodasi usulan yang ada melalui revisi DED. “Konsep final kami targetkan rampung akhir Mei.”

Pihaknya optimistis pembangunan yang menghabiskan dana Rp10 miliar itu terealisasi pertengahan tahun. Mufti siap menggelar uji publik untuk setiap perkembangan DED senilai Rp80 juta itu. Setelah dokumen rampung, ia menyebut pembangunan museum akan ditangani Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

“Tugas kami selesai sampai DED. Sebelum pembangunan, akan ada penghapusan aset oleh Dispendukcapil dan DPPKA,” terangnya.

Lebih lanjut, Mufti mengatakan CV Nirwana selaku konsultan penyusun DED akan intens berkompromi agar kesepakatan desain bangunan segera tercapai. Ia mengatakan konsultan terancam denda bila DED belum rampung sesuai tenggat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar, Widdi Srihanto, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi diskusi lanjutan sebelum pengerjaan fisik bangunan. Widdi percaya aspirasi budayawan hingga masyarakat menjadi hal vital keberhasilan Museum Keris.  Menurut Widdi, konsultan tidak mempermasalahkan molornya pengerjaan DED asal konsep museum sesuai keinginan bersama.

Hal itu dibenarkan perwakilan konsultan, Agus Supriyanto. Pihaknya siap menanggung denda demi mewujudkan Museum Keris yang sesuai karakter kota. “Kami bersedia jika kenyataannya harus didenda. Namun kami harap pembahasan ini tidak berlarut-larut.”

 

Editor: | dalam: Solo |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »