Foto yang beredar melalui broadcast BlackBerry Messenger yang menunjukkan situasi lokasi kecelakaan akibat tabrakan bus PO Nugroho dengan sejumlah kendaraan di Jl dr Wahidin Semarang, Jumat (3/5/2013). (Istimewa) Foto yang beredar melalui broadcast BlackBerry Messenger yang menunjukkan situasi lokasi kecelakaan akibat tabrakan bus PO Nugroho dengan sejumlah kendaraan di Jl dr Wahidin Semarang, Jumat (3/5/2013). (Istimewa)
Jumat, 3 Mei 2013 17:20 WIB JIBI/Harian Jogja/detik News,Peristiwa Share :

KECELAKAAN BUS SEMARANG
Inilah Cerita Saksi Mata

Foto yang beredar melalui broadcast BlackBerry Messenger yang menunjukkan situasi lokasi kecelakaan akibat tabrakan bus PO Nugroho dengan sejumlah kendaraan di Jl dr Wahidin Semarang, Jumat (3/5/2013). (Istimewa)

SEMARANG- Bus Nugroho menabrak 3 mobil hingga ringsek di Semarang, Jateng. Dua orang tewas dan belasan terluka. Ini cerita salah satu penumpang ketika bus melaju cepat hingga berhenti setelah menabrak tiang iklan.

“Ada yang teriak ‘rem blong’ terus deerrr bus nabrak besi tiang iklan,” kata Sari Supriyatin (34) ketika ditemui di RS Roemani, Jl Wonodri, Semarang, Jumat (3/5/2013).

Sari duduk di kursi kedua dari belakang. Saat kejadian, ia tengah main ponsel. Begitu ada teriakan ‘rem blong’, ia panik. Terdengar suara brak berkali-kali.

“Pas tiang ditabrak, suaranya seperti ada yang meledak,” kata warga Ngesrep Timur yang terluka lecet di bagian kepala ini.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Jl dr Wahidin, Semarang, Jumat (3/5/2013). Bus Nugroho melaju dari arah selatan. Di jalan menurun, bus menabrak Honda Jazz putih, Grand Livina, dan sedan yang melaju dari arah yang sama. Sebanyak 8 sepeda motor juga ikut tertabrak.

Data yang didapatkan detikcom dari kepolisian dan Jasa Raharja, ada dua orang korban tewas dalam kejadian itu, yakni Agus Irvan Sulistyo (50) dan Eko Budiarto (36). Agus adalah pengemudi sedan Mazda yang terjepit, sedangkan Eko merupakan warga Pandeyan, Kebonharjo, RT 4 RW 1 Kebon Agung, Semarang.

Selain itu belasan korban terluka. Beberapa di antaranya adalah Sirila Oktaviani Ananda (20), warga Karonseh Timur RT 4 RW 5 Ngaliyan, Semarang; Resti (25) warga Sawo Tanggul, Jember; Maryono warga Porotosari IIG/I C Srondol Kulon Semarang dan Anisa Sekar Safitri (anak Maryono).

Seorang korban yang belum diketahui identitasnya dalam kondisi kritis. Para korban dibawa ke empat rumah sakit, yakni Roemani, Elisabet, Kariadi, dan Telogorejo. Sebagian belum teridentifikasi.

Simak berita terkait : http://digital.solopos.com/file/03052013/

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…