Uang palsu yang berhasil disita polisi di Bogor. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah kasus ini adalah bagian dari aksi sindikat internasional. (JIBI/SOLOPOS/Antara) Uang palsu yang berhasil disita polisi di Bogor. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah kasus ini adalah bagian dari aksi sindikat internasional. (JIBI/SOLOPOS/Antara)
Kamis, 2 Mei 2013 08:48 WIB JIBI/SOLOPOS/Antara Hukum Share :

UANG PALSU
Terus Periksa Saksi, Penyidik Kembangkan Kasus Penggandaan Uang

Uang palsu yang berhasil disita polisi di Bogor. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah kasus ini adalah bagian dari aksi sindikat internasional. (JIBI/SOLOPOS/Antara)

Uang palsu yang berhasil disita polisi di Bogor. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap apakah kasus ini adalah bagian dari aksi sindikat internasional. (JIBI/SOLOPOS/Antara)

BOGOR – Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, terus melakukan pengembangan kasus penipuan dan penggandaan uang palsu senilai Rp1,2 triliun dengan memeriksa beberapa saksi.

“Hingga saat ini sudah memeriksa beberapa saksi. Salah satunya saksi D yang sudah memberikan keterangan terkait asal usul uang,” kata Kepala Polisi Resor Bogor, AKBP Bahtiar Ujang Purnama, di Bogor, Kamis. Kapolres menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi D, tersangka UM alias Nuriyah, 46, mendapatkan uang tersebut dari orang lain.

Saksi D menyebutkan inisial penyuplai uang palsu yang diproduksi di pabrik. “Kami sudah melakukan pendalaman, bisa jadi informasi tersebut fiktif,” kata Kapolres. Kapolres menyebutkan, pihaknya akan melakukan pendalaman dengan memeriksa tersangka. “Keterangan dari tersangka terus kita kembangkan, sehingga bisa mengungkap tersangka lainnya,” kata Kapolres.

Terkait keaslian uang yang ditemukan polisi di bunker dalam rumah Nuriyah yang jumlahnya mencapai Rp1,2 triliun. Kapolres menyebutkan, uang rupiah seluruhnya palsu. Sedangkan mata uang asing yang ditemukan juga sudah dilakukan pengecekan keaslian di Bank Indonesia. “Dari keterangan Bank Indonesia, beberapa uang asing ini ada yang asli tapi sudah habis masa berlakunya sehingga tidak bisa digunakan lagi,” katanya.

Begitu juga dengan plat kuning yang juga ditemukan di rumah pelaku yang menurut pengakuan tersangka berasal dari Bank Swiss. Menurut Kapolres pihaknya melakukan pengecekan terkait keaslian plat kuning dari Bank Swiss tersebut. “Kalau dilihat sekilas tidak asli. Tapi akan dilakukan pengecekan lebih dalam,” katanya. Kapolres menyebutkan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus apakah termasuk jaringan internasional karena modusnya penipuan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Selasa (30/4/2013) Kepolisian Resor Bogor menangkap seorang pelaku penipuan dan pengganda uang Nuriyah (46) dan mengamankan barang bukti uang diduga palsu sebanyak 59.847 lembar dengan pecahan rupiah dan asing senilai Rp1,2 triliun. Dirincikan uang tersebut terdiri dari 50.549 lembar uang Brtazil terdiri dari pecahan 5.000, dan 400 lembar pecahan 1 real, 153 lembar dolar Singapura pecahan $1.000, 1.718 lembar rupiah pecahan Rp100 ribu dan, 7.000 uang Yuan China.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR MITRA BANARAN MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



refresh

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…