Diejek Sebagai Penganiaya Perempuan, Floyd Mayweather Cuek

Juara dunia kelas welter WBC, Floyd Mayweather Jr (kiri) berhadapan dengan penantangnya, Robert Guerrero, saat konferensi pers menjelang pertarungan mereka di MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, Nevada, AS, Rabu (1/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Reuters)Juara dunia kelas welter WBC, Floyd Mayweather Jr (kiri) berhadapan dengan penantangnya, Robert Guerrero, saat konferensi pers menjelang pertarungan mereka di MGM Grand Hotel & Casino, Las Vegas, Nevada, AS, Rabu (1/5/2013). (JIBI/SOLOPOS/Reuters)

LAS VEGAS – Juara dunia tinju kelas Welter versi WBC Floyd Mayweather mengacuhkan sindiran tim lawannya, Robert Guerrero dalam konferensi pers jelang pertandingan perebutan juara dunia Minggu (4/5/2013) mendatang. Dalam konferensi pers itu, ayah Robert Guerrero, Ruben Guerrero menyebut Mayweather sebagai penganiaya wanita.

Ruben Guerrero sesumbar anaknya akan mampu mengalahkan Mayweather. Tahun lalu Mayweather memang sempat tersangkut perkara kekerasan rumah tangga dan harus menjalani tahanan selama dua buland ari tuntutan 90 hari masa tahanan. . “Kami akan mengalahkan si penganiaya perempuan,” ujarnya seperti dikutip eurosport.

Menanggapi sindiran itu, Petinju dengan rekor 43 kali menang 26 menang KO tanpa kekalahan itu menanggapi santai. Menurutnya dia tak merasa repot-repot menanggapi pernyataan Ruben Guerrero. “Saya duduk disini bukan untuk menanggapi celotehnya. Hanya Tuhan yang bisa menilai saya,” kata Mayweather.

Petinju yang sudah sukses mempertahankan gelar juara dunianya delapan kali ini juga menargetkan dirinya akan menutup karirnya tanpa kekalahan. Dia sendiri mengatakan akan mundur dari dunia tinju profesional dalam 30 bulan kedepan.
Mayweaher memastikan dirinya berada dalam performa terbaiknya setelah sempat beristirahat cukup untuk menghadapi pertandingan perebutan gelar di MGM Grand Las Vegas Minggu (4/5). “Saya sudah beristirahat cukup dan dalam kondisi sempurna. Saya siap bertarung,” tegasnya.

Sementara, Robert Guerrero mengatakan dirinya siap bertarung tanpa beban. Dia juga menyatakan kalaupun ada tekanan maka Mayweatherlah yang paling tertekan. Guerrero beralasan, target kemenganan mutlat selama 30 bulan kedepan akan menjadi beban mental yang akan membebani performa Mayweather. “Dia hanya punya 30 bulan tersisa dan harus melakukan banyak hal. Tampaknya bebannya akan lebih berat darpada beban saya,” tandasnya.

Editor: | dalam: Umum |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »