10 Sekolah di Solo Jadi Percontohan Tertib Berkendara

SOLO – Sebanyak 10 sekolah jenjang SMP/SMA/SMK di Solo akan menjadi proyek percontohan larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi pelajar berusia di bawah 17 tahun. Meski demikian, baru SMK Negeri 2 Solo yang mendapat sosialisasi intensif sejak Kamis (2/5/2013).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Etty Retnowati mengatakan penetapan dan sosialisasi bagi sembilan sekolah lainnya akan ditetapkan bulan ini.
“Kita sudah koordinasi dengan SMKN 2 Solo untuk sosialisasi, evaluasi dan pemberian sanksi. Sembilan lainnya menyusul selama masa sosialisasi sekitar satu bulan, terhitung sejak 7 Mei,” ujarnya ketika ditemui wartawan usai mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di stadion Sriwedari, Kamis (2/5/2013).

Hal tersebut, lanjut Etty, sesuai dengan memorandum of understanding (MoU) yang telah ditanda tangani Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta, dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo pada Rabu (1/5/2013).

Masa sosialisasi sendiri akan dilakukan selama satu bulan ke sekolah-sekolah di Solo oleh  Disdikpora Kota Surakarta, Dishubkominfo Kota Surakarta, dan Satlantas Polresta Solo. Jika selama sosialisasi siswa tercatat melakukan pelanggaran akan ditangani oleh sekolah dan orang tua.

“Apabila masih melanggar, penanganan akan dilimpahkan kepada aparat terkait,” tegasnya.

Terpisah, Kepala SMKN 2 Surakarta, Susanta, membenarkan pihaknya telah menerima edaran terkait sosialisasi larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi pelajar berusia dibawah 17 tahun.

Menurutnya, SMKN 2 Surakarta telah dipersiapkan dalam penegakan ketertiban berlalu lintas terhadap pelajar.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »