Social Kitchen Buka di Solo

Suasana di Restoran Social Kitchen yang berlokasi di Jl Abdul Rahman Saleh No 1, Banjarsari Solo, Rabu (1/5/2013). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/SOLOPOS) Suasana di Restoran Social Kitchen yang berlokasi di Jl Abdul Rahman Saleh No 1, Banjarsari Solo, Rabu (1/5/2013). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/SOLOPOS)

SOLO–Bisnis kuliner terus berkembang di Kota Solo. Pemain bisnis ini berupaya menghadirkan konsep yang baru dan berbeda agar bisa bersaing di tengah menggeliatnya sektor ini.

Seperti salah satu restoran yang dikembangkan di Jl Abdul Rahman Saleh No 1, Banjarsari, Solo, Social Kitchen. Restoran yang memanfaatkan bangunan tua itu menghadirkan berbagai macam fasilitas, tidak sekadar sebagai tempat makan.

Direktur Social Kitchen, Irawan Andreas Sumampouw, menyampaikan restoran berkapasitas 350 orang hingga 450 orang itu dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, fasilitas outdoor sebagai tempat bersantai, hall untuk pesta pernikahan, kegiatan company dan sebagainya, serta ruang karaoke umum.

“Kami bidik semua segmen, dari menengah ke atas, dari remaja hingga orang dewasa,” kata Irawan,  kepada wartawan, di sela-sela peresmian Social Kitchen, Rabu (1/5/2013).

Meskipun sudah diresmikan secara langsung, tetapi restoran tersebut belum beroperasi. Menurut Irawan, operasional restoran itu masih menunggu izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Terutama mengenai jam buka dan jam tutup.  “Rencananya sih kami akan buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 02.00 WIB.”

Bangunan tersebut berada di areal seluas 1.000 meter persegi. Menurut Irawan, difungsikannya bangunan tua itu sebagai restoran ditujukan agar aset itu bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Solo. Tanpa menyebutkan berapa nilai investasi yang ditanamkan, proses renovasi gedung tua itu butuh waktu sekitar dua tahun.

Dengan konsep yang unik, restoran ini juga bisa menjadi pilihan wisatawan dan turis. Untuk garap pasar wisatawan, tambah Pengelola Social Kitchen, Joe Zhenk, ke depan manajemen restoran akan bekerja sama dengan kalangan travel agent. Menurutnya konsep restoran yang dikembangkan sangat cocok bagi kalangan turis.

Joe menambahkan, hadirnya restoran Social Kitchen ini diharapkan menjadi daya saing Solo terhadap kota lain. Berkembangnya lifestyle di Solo membuat manajemen restoran optimistis Social Kitchen bisa diterima pasar.  “Ini lifestyle. Maka interior, konsep dan kepentingan servis kepada konsumen sangat kami utamakan. Pelanggan ingin tempat makan yang sejuk, bernuansa alam, bahkan private sekalipun, kami sediakan.”

Hall yang disediakan dan berkapasitas 120-an orang itu juga cocok untuk meeting perusahaan, launching produk atau seminar dan sebagainya. Untuk kegiatan pesta pernikahan, Social Kitchen berani menerima tamu untuk kapasitas 500 orang hingga 600 orang dengan konsep standing party, atau dengan konsep meja kapasitasnya berkisar 30 meja.

Mengenai menu, Social Kitchen bakal menghadirkan beragam menu, mulai dari makanan khas China, western hingga menu-menu khas Asia dan Asia Tenggara. “Kami sediakan semua menu unggulan di masing-masing negara di Asia Tenggara. Dan yang jelas kami juga bakal menghadirkan menu-menu yang unik dan belum ada di Solo sebelumnya,” tambah Joe.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »