Waduk Tandon atau Waduk Krisak. (Dok/JIBI/SOLOPOS) Waduk Tandon atau Waduk Krisak. (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 1 Mei 2013 08:08 WIB Ayu Abriyani KP/JIBI/SOLOPOS Wonogiri Share :

Daya Tampung Waduk Tandon Turun, Hanya Mampu Mengairi 5 Desa

Waduk Tandon atau Waduk Krisak. (Dok/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI--Daya tampung Waduk Tandon di Krisak, Kecamatan Selogiri, Wonogiri semakin menurun. Pada awal pembangunan pada 1942 mampu menampung 3,7 juta meter kubik (m3), sedangkan saat ini hanya mampu menampung 2,8 juta m3.

Sedimentasi di waduk tersebut juga diperkirakan mencapai lima meter. Hal itu diungkapkan Camat Selogiri, Bambang Haryanto, saat Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Krisak di Pendapa Kecamatan Selogiri, Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, selama ini belum ada perbaikan yang signifikan untuk mengembalikan daya tampung dan fungsi waduk tersebut seperti semula.

“Selama dibangun hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan. Padahal, dulu bisa mengairi lahan pertanian hingga tujuh desa dengan luas total 874 hektare dan sekarang hanya bisa mengairi lima desa dengan luasan sekitar 300 hektare. Selain daya tampungnya yang berkurang, sedimentasi waduk juga diperkirakan setebal lima meter,” katanya.

Pihaknya berharap ada pembangunan cek dam atau penampungan lumpur yang berada di atas bangunan waduk yang meliputi dua aliran sungai yakni Dusun Keron dan Dusun Gondang di Desa Pare di kecamatan tersebut. Ia pun mengusulkan perbaikan gorong-gorong, pintu pelimpasan air serta pengerukan sedimentasi.

Menanggapi hal itu, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum, Hartanto, mengatakan Waduk Tandon atau Waduk  Krisak merupakan satu dari 35 waduk yang masuk dalam kategori rawan di Indonesia karena berusia tua. Untuk itu, pihaknya menyusun RTD sebagai langkah antisipasi untuk menekan dampak bencana apabila bendungan jebol.

“Kami berharap masyarakat siap menghadapi bencana dengan panduan RTD tersebut jika waduk jebol. Pemeliharaan waduk tersebut sebenarnya berada di tangan warga dan pemerintah daerah. Sebab, masuknya lumpur ke waduk berawal dari kondisi lingkungan yang kurang sadar tentang lingkungan,” katanya saat ditemui wartawan seusai acara sosialisasi.

Terkait permintaan warga tentang pemeliharaan bangunan waduk tersebut, pihaknya akan mengecek kondisinya terlebih dahulu. Hal itu akan ia usulkan pada rencana kerja selanjutnya di pemerintah pusat.

lowongan kerja
lowongan kerja UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

Leave a Reply





iklan-mobile-1

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…