UN 2013
Dana BOS MI Belum Cair, Operasional UN Ditalangi

KLATEN — Dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan pertama dan kedua untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Klaten belum juga cair. Akibatnya pihak madrasah terpaksa mencari dana talangan untuk menggelar ujian nasional (UN) pada Senin (6/5/2013) mendatang.

Belum cairnya BOS MI juga membuat kalangan guru wiyata bakti (WB) yang berada di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Klaten meradang. Pasalnya honor selama mengajar mereka mengandalkan cairnya dana BOS tersebut.

Seorang guru WB yang mengajar di sebuah MI di Kecamatan Ceper kepada Solopos.com, Senin (29/4/2013), menyayangkan belum cairnya BOS untuk dua triwulan tersebut. Padahal dana BOS untuk SD yang dikelola Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten sudah cair tepat pada triwulan pertama dan kedua.

“Sekarang sudah memasuki triwulan kedua, tetapi dana BOS untuk MI belum juga cair. Saya sendiri sudah empat bulan mengajar tanpa mendapat honor,” tukas guru yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Belum cairnya BOS juga berdampak pada persiapan UN MI yang sedianya digelar pekan depan. Menurutnya, pihak madrasah terpaksa mencari dana talangan untuk menutupi pengeluaran jelang pelaksanaan UN. Dana talangan tersebut rencananya akan digunakan untuk honor pengawas, konsumsi, dan kegiatan operasional lain.

Menanggapi hal itu, Kepala Kemenag Klaten, Mustari, mengatakan pencairan BOS MI masuk dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Tengah (Jateng). Pihaknya mengaku tak bisa berbuat banyak karena proses pencairan BOS MI menjadi kewenangan Kanwil Kemenag Jateng.

“Tidak hanya BOS, belum cairnya dana juga terjadi di pos-pos lain. Pos-pos itu masih diberi tanda bintang yang artinya belum bisa dicairkan. Insa Allah pada pertengahan Mei, dana itu bisa cair,” terang Mustari.

Mustari memahami kesulitan madrasah akibat belum cairnya BOS menjelang UN. Namun dia memastikan bahwa dana BOS tersebut akan cair kendati terlambat.

Editor: | dalam: Klaten |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »