KENAIKAN BBM
Ancam Mogok, 130 SPBU Persilakan Aksi Borong

Ilustrasi SPBUIlustrasi SPBU

SOLO—Pengusaha 130 SPBU di Soloraya mengancam tak beroperasi 24 jam pada Senin (5/5/2013) sebagai bentuk penolakan wacana dua harga BBM.

Mereka pun mempersilakan masyarakat bila ada yang melakukan aksi borong BBM pada Minggu (4/5), sebelum rencana itu diberlakukan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Soloraya, Suwardi,  menyampaikan PT Pertamina-operator penyedia BBM-sudah menginformasikan pemasangan spanduk di SPBU yang ditunjuk sebagai penjual Premium dan Solar dua harga.

Kendati demikian, PT Pertamina belum memberi tahu kapan pelaksanaan kebijakan tersebut. Oleh karena itu, sebelum kebijakan resmi diberlakukan para pengusaha SPBU di Soloraya ini perlu angkat bicara.

Mereka juga tidak main-main dan berniat untuk mogok beroperasi selama 24 jam pada Senin (6/5).

“Kami secepatnya akan mengurus pemberitahuan pemberhentian operasional 130 SPBU di masing-masing wilayah kepada aparat berwenang,” ujarnya.

“Kami juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengisi bahan bakar penuh sebelum aksi tersebut dilaksanakan,” jelasnya.

Akibat rencana aksi tersebut, para pengusaha SPBU ini juga sudah siap dengan konsekuensi antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar pada Minggu (5/5). Mereka bahkan sengaja melakukan pemberitahuan jauh-jauh hari supaya masyarakat tidak kaget.

Forum pengusaha SPBU Soloraya juga berpendapat bahwa pemberlakuan harga Rp4.500/liter untuk BBM bersubsidi dan Rp6.500/liter untuk BBM nonsubsidi rawan sosial dan mudah menyulut masalah di masyarakat.

Terakhir, SPBU selaku operator di lapangan akan menghadapi masalah yang tak kalah pelik.

“Siapa yang bertindak sebagai pengawas di lapangan? Nek petugas dikamplengi sing arep tanggung jawab sopo [Kalau petugas SPBU dipukuli yang bertanggung jawab siapa?]. Kalau mau sewa petugas yang bayar juga siapa?,” tanya Pelaksana Humas Panwaspom Soloraya, Danang Romie W.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »