Lion Air Luncurkan Batik Air

JIBI/Bisnis/Alby Albahi
Dua pramugari Batik Air berfoto bersama saat peluncurannya di Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta, Cengkareng, Kamis(25/4/2013). Batik Air maskapai terbaru milik PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dengan jenis pesawat Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner berkonsep full services yang menggarap pasar non-LCC (Low-Cost Carrier).JIBI/Bisnis/Alby Albahi Dua pramugari Batik Air berfoto bersama saat peluncurannya di Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta, Cengkareng, Kamis(25/4/2013). Batik Air maskapai terbaru milik PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dengan jenis pesawat Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner berkonsep full services yang menggarap pasar non-LCC (Low-Cost Carrier).

TANGERANG—Lion Air Group kembali akan menggebrak dunia penerbangan Indonesia dengan meluncurkan maskapai terbaru anak usahanya Batik Air untuk melayani full services namun dengan harga lebih murah dari yang ada saat ini.

“Hari ini [Kamis] kami meluncurkan maskapai terbaru, anak usaha Lion Air, yakni Batik Air, yang akan melayani full services dengan harga yang kompetitif dan layanan prima,” kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait saat menyambut kedatangan pesawat Batik Air pertama di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Tangerang, Kamis (25/4/2013).

Dia menambahkan untuk maskapai terbarunya ini, pihaknya akan mengedepankan konsep layanan prima dan ketepatan waktu. Mengenai tarif, tentunya akan disesuaikan dan akan lebih kompetitif  dari yang sudah ada saat ini.

“Kita perhatikan kondisi pasar, kalau masuk ke kalangan bisnis, kalau pasar rentan dengan harga, akan kita pertimbangkan. Full service beda dengan LCC (low cost carrier), penumpangnya frequent flyer, harga tidak utama, yang penting pelayanan yakni ketepatan waktu dan pelayanan,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran Batik Air bukan menjadi pesaing bagi maskapai full services yang sudah ada saat ini yakni Garuda Indonesia, namun untuk menjadi pelengkap mengingat pertumbuhan penumpang udara yang mencapai 20% per tahun.

“Kita melengkapi, dan sebagai alternatif pilihan. Pertumbuhan penumpang udara 20% per tahun, golongan penumpang juga naik seiring pertumbuhan ekonomi, yang tadinya naik penerbangan LCC atau bertarif rendah, karena pendapatannya naik, akhirnya beralih ke full services. Nah, yang biasanya tidak pernah naik pesawat, akhirnya naik kelas LCC,” tutur Edward.

Edward menjelaskan untuk penerbangan perdana Batik Air dilakukan pada 3 Mei 2013 rute Jakarta-Manado dua kali sehari. Nantinya menyusul Jakarta-Balikpapan dua kai sehari, Jakarta-Ambon sekali sehari dan Jakarta-Pekanbaru sekali sehari.

Untuk mendirikan maskapai baru ini, lanjut Edward, pihaknya setidaknya merogoh kocek lebih dari Rp100 miliar sebagai modal disetor. Jumlah ini terus bertambah seiring rencana kerja perusahaan yakni jumlah pesawat yang akan dioperasikan dan banyaknya rute dan frekuensi yang akan diterbangi.

Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie mengatakan untuk tahun pertama ini, yakni hingga akhir 2013, pihaknya akan mengoperasikan 6 pesawat yang seluruhnya Boeing 737-900ER. Nantinya mulai Semester II/2014, akan tiba pesawat Airbus 320.

“Pada 3 Mei 2013 kami masih operasikan satu pesawat, selanjutnya pesawat kedua dating pada 4 Mei, pesawat ketiga 8 Mei, keempay akhir Mei, dan Desember akan datang dua pesawat lagi. Sehingga akhir tahun ini ada enam,” tuturnya.

Achmad mengatakan untuk tahun depan akan datang dua pesawat per bulan. Mulai Semester II/2014 akan masuk dua unit Airbus 320 setiap bulan, sehingga pada akhir 2014 akan ada 30 pesawat yang terdiri dari  Boeing 737-900ER, B737-800NG dan Airbus 320.

Dia menjelaskan pada penerbangan perdana, pihaknya memilih rute penerbangan agak jauh, yakni Jakarta-Manado. Tujuannya, agar penumpang merasakan layanan kursi lebih luas, makanan seperti es krim.

Achmad menargetkan pada tahun pertama, load factor atau keterisian penumpang Batik Air 90%. Untuk mencapai target ini, pihaknya akan memberlakukan tarif promo. Batik Air akan terbang dari terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

General Manager Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II Alit Sodikin mengatakan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah mulai dipenuhi maskapai. Saat ini sudah ada empat maskapai nasional beroperasi dari terminal terbaru ini, yakni AirAsia Indonesia,
Mandala Airlines, Lion Air, dan Batik Air.

“Karena semakin banyak maskapai yang beroperasi dari terminal 3 ini, kapasitas tampungnya sudah terlampaui, yang seharusnya 4 juta penumpang per tahun, sekarang sudah mendekati 5 juta per tahun. Untuk menjaga kenyamanan penumpang, kami membatasi maskapai yang akan menambah frekuensi sampai pengembangan terminal 3 selesai,” tuturnya.

Alit menambahkan pengembangan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ini masih dalam proses yang ditarget selesai pada 2015 yang akan dapat menampung 25 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas parkir pesawat  60 unit, dari saat ini hanya 19 unit pesawat.

Editor: | dalam: Ekonomi |

Bisnis Indonesia

Fatal error: Call to undefined method WP_Error::get_item_quantity() in /home/dotcom/www/solopos/elements/themes/terbaru/widget-bisnis.php on line 8