UN 2013
Sekolah Talangi Dana Penyelenggaraan Ujian Nasional

Siswa SMA St Yosef, Solo mengikuti deklarasi Ujian Nasional (UN) Jujur Anti-Menyontek di halaman sekolah setempat, Solo, Jumat (12/4/2013). Kegiatan itu untuk menumbuhkan sikap jujur dan meningkatkan percaya diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. (Maulana/JIBI/SOLOPOS)Siswa SMA St Yosef, Solo mengikuti deklarasi Ujian Nasional (UN) Jujur Anti-Menyontek di halaman sekolah setempat, Solo, Jumat (12/4/2013). Kegiatan itu untuk menumbuhkan sikap jujur dan meningkatkan percaya diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. (Maulana/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—Dana penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2013 dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum cair hingga UN tingkat SMA, MA, SMK dan SMALB di Solo berlangsung.

Sekolah terpaksa harus menalangi dana tersebut agar UN tetap dapat diselenggarakan. Kepala SMK Kristen Monginsidi Solo, Yusak Sugiarto, mengatakan pihaknya menarik iuran UN 2013 sebesar Rp650.000/siswa.

Sekolah tersebut memiliki 32 siswa yang berasal dari jurusan jasa boga dan jasa busana. Dana ini digunakan untuk operasional ujian praktik dan UN sampai selesai.

Jika tersisa, uang ini akan digunakan sebagai biaya fotokopi dan perpisahan. “Dana penyelenggaraan UN 2013 memang belum cair, kami menalangi dulu dana itu dari iuran siswa. Biasanya dana penyelenggaran itu digunakan untuk membayar pengawas, konsumsi dan pembelian alat tulis kantor (ATK),” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/4/2013).

Yusak juga belum mengetahui berapa besaran dana penyelenggaraan UN yang ia terima. Ia merinci bahwa kebutuhan penyenggaraan di sekolahnya di antaranya Rp50.000 untuk honor pengawas per satu mata pelajaran yang diawasi.

Selain itu, biaya konsumsi pengawas ruang dan pengawas dari perguruan tinggi (PT) senilai Rp10.000/orang. Ia juga mengaku bahwa tujuh orang siswa yang mendapatkan beasiswa miskin (BSM) menggunakan beasiswa itu untuk membayar dana penyelenggaraan ujian.

“Uang iuran dari siswa itu digunakan untuk ujian praktik dan UN. Jika sisa, uang akan dikembalikan kepada siswa untuk membeli bahan-bahan ujian praktik,” terangnya.

Talangi Dana

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Solo, Sri Darwati, juga mengungkapkan hal senada. SMA Muhammadiyah 2 Solo harus menalangi dana UN senilai Rp3,5 juta.

Dana tersebut digunakan untuk honor pengawas senilai Rp3 juta dan konsumsi panitia UN senilai Rp532.000. Talangan tersebut didapatkan dari dana taktis sekolah. Sehingga siswa tidak perlu membayar terlebih dahulu sebelum mengikuti UN.

“Kami menalangi dana penyelenggaraan UN dari dana taktis sekolah, siswa tidak perlu iuran lagi sebelum UN,” aku dia.

Ia mengaku dana penyelenggaraan UN dari pusat senilai Rp 40.000/siswa dijanjikan cair pada pekan ini. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening sekolah. Namun, untuk dana dari Pemprov Jateng, belum ada informasi lebih lanjut kapan akan cair.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dana UN dari pusat dialokasikan untuk proses pengawasan dan konsumsi penyelenggaraan UN. Besaran dana tersebut disesuaikan dengan jumlah peserta UN.

Rinciannya adalah Rp40.000 bagi tiap siswa SMA dan MA serta Rp25.000 per murid SMK. Di Kota Solo sendiri, siswa yang terdaftar menjadi peserta UN 2013 sebanyak 6.110 siswa SMA/MA/SMALB dan 7.830 siswa SMK.

Editor: | dalam: Pendidikan |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »