PILKADES KLATEN
Palona Ketitang Keluhkan Dana Desa Belum Turun

Ilustrasi (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)Ilustrasi (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

Ilustrasi (Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

JUWIRING—Anggota Panitia Pencalonan dan Pengangkatan (Palona) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ketitang, Kecamatan Juwiring, Klaten mengeluhkan belum cairnya dana pilkades yang berasal dari kas desa. Akibatnya hingga kini, gaji palona belum terbayarkan.

“Dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten senilai Rp10,750 juta dan dana dari calon kepala desa (cakades), Paryono, senilai Rp30 juta sudah cair. Tapi dana dari kas desa senilai Rp9 juta belum cair. Selain itu hingga kini belum ada kepastian kapan dana tersebut bisa cair,” ungkap salah satu anggota Palona Pilkades Ketitang, Dwi Wiyanto kepada Solopos.com, Selasa (16/4/2013).

Dwi menuturkan hingga kini pembubaran palona hanya menunggu pembagian gaji. Hal yang sama juga diungkapkan anggota palona lainnya yang enggan disebut namanya. Dia menyatakan dari pihak desa belum memberikan kepastian kapan dana tersebut akan cair.

“Semua anggota palona menunggu pembayaran gaji tersebut.”

Sementara itu, Ketua Palona Pilkades Ketitang, Sunarwan, menuturkan hingga kini dana desa belum cair karena kas desa kosong. Menanggapi hal itu, Dwi menuturkan pihaknya mengetahui perihal kosongnya kas desa. Namun dia menyangsikan kondisi tersebut.

“Ketitang itu desa yang kaya, masak sampai desa kosong. Apalagi pelaksanaan pilkades tentu sudah mempunyai pos anggaran, tapi kenapa kas desa kosong?” kata Dwi.

Menurut Suwondo, kas desa kosong karena pemasukan minim. Suwondo menuturkan pemasukan bisa didapat dari melelang aset desa. Namun dia mengatakan pelelangan akan dilakukan setelah serah terima jabatan dari Kepala Desa (Kades), Sudarman Heru Puspito, kepada Kades terpilih, Paryono.

Suwondo menyatakan pemilihan pelelangan aset setelah serah terima jabatan dimaksudkan supaya tidak ada masalah dengan kades terpilih. Oleh karena itu, Suwondo menyatakan untuk sementara waktu pihaknya akan meminjam kepada pihak ketiga guna menutup kekurangan yang ada.

“Sebenarnya ada sisa Rp4 juta dari dana pelaksanaan pilkades Kamis [11/4/2013] lalu. Tapi karena dana sangat terbatas jadi belum kami bagi. Palona ada 31 orang dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ada sembilan orang jadi tidak mencukupi,” ujar Suwondo.

Gaji ketua, bendahara dan sekretaris palona senilai Rp600.000 sedangkan anggota palona senilai Rp400.000.

Editor: | dalam: Klaten |

1 Komentar pada “PILKADES KLATEN : Palona Ketitang Keluhkan Dana Desa Belum Turun”

  1. Basuki
    21 April 2013 pukul 13:04

    Begitu semrawutnya keadaan administrasi di Desa Ketitang… ini memang desa saya sendiri tapi begitu lah keadaannya.. kas desa Ketitang begitu luasnya tapi dalm hal pemanfaatanya semrawut bahkan mungkin banyak penyelewngannya hingga kas desa kok bisa kosong.. Administrasi desa tidak terbuka, lelang kas tidak pernah terbuka.. semua dilakukan delikan . Kalau kita lihat saja di kantor Desa itu Papan nama banyak yang tidak ada salah satunya papan nama BPD… dan yang ada pun sudah LUSUH tidak pantas untuk dipajang sebenarnya. kalau untuk kasus Palona ini ada sedikit keganjilan dari keterangan Bapak Dwi Wiyanto dia adalah anggota Palona Bagian penerimaan berkas.. hinggia dia tahu berapa uang yang di setor bapak Cakades Waktu itu… Klo dia mengatakan sudah penuh 30 Juta damana uangnya.????????????? Untuk itu kepada Solopos tolong cari fakta di lapangan jangan hanya menerima keterangan sepihak.. dan Andaipun ada penyelwngan tolong laporkan aja ke POLSEK Juwiring.. tentu akan dibantu.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

Menarik Juga »