PERSIS VS PERSIRES
Menang 2-1 Dengan Susah Payah

Pemain Persis Solo Onana berlari ke arah Pasoepati setelah berhasil mencetak gol ke gawang Persires Banjarnegara pada pertandingan Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo, Rabu (17/4/2013). Persis Solo berhasil meraih poin penuh setelah menang dengan skor 2-1. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)Pemain Persis Solo Onana berlari ke arah Pasoepati setelah berhasil mencetak gol ke gawang Persires Banjarnegara pada pertandingan Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo, Rabu (17/4/2013). Persis Solo berhasil meraih poin penuh setelah menang dengan skor 2-1. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SOLO – Persis Solo dipaksa menang dengan susah payah saat menjalani laga kandang perdana, melawan Persires Banjarnegara di Grup 2 DU LPIS di Stadion Manahan, Rabu (17/4/2013) sore. Tim tamu secara mengejutkan justru menyulitkan kombinasi serangan Tri Handoko dkk sebelum akhirnya Persis menang tipis 2-1.

Tampil dengan kekuatan penuh dan memperoleh dukungan ribuan Pasoepati tak serta merta membuat Persis menang mudah. Berbagai kendala nonteknis yang dihadapi sebelum laga perdana membuat kolektivitas permainan Tri Handoko dkk di bawah performa.

Kedua pemain sayap, Tinton Suharto dan Andrid Wibawa jarang memberikan umpan silang terukur ke lini serang yang diperankan Ferry Anto dan Tri Handoko. Playmaker energik, Javier Rocha juga jarang memanjakan kedua striker dengan umpan-umpan manis di babak pertama.

Sementara, di barisan belakang yang dikomandoi Nnana Onana tak bisa membantu penyerangan lantaran mereka harus fokus menjaga pergerakan lini serang lawan. Di sisi lain, gaya permainan tim tamu yang cenderung bertahan dan sering  memperlambat tempo permainan semakin menyulitkan Persis mencetak gol.

Persis Solo yang unggul materi pemain baru bisa menjebol gawang Persires Banjarnegara yang dikawal Endi Harianto di menit ke-43. Ferry Anto yang berdiri bebas di dalam kotak penalti mencocor bola hasil umpan Javier Rocha.

Di babak kedua, Persis tetap memaksa Persires bermain setengah lapangan. Meski sering mengancam gawang lawan, Persis belum bisa menambah pundi-pundi golnya. Hal ini menyebabkan pemain Persis sedikit frustasi. Energi anak asuh Widyantoro mulai terkuras.
Permainan Andrid Wibawa dkk sedikit kacau karena terpancing emosi oleh provokasi lawan. Mulai pertengahan babak kedua, permainan kedua tim menjurus kasar dan sering terjadi duel fisik.

I Komang Putra harus ditandu keluar lapangan setelah berbenturan keras dengan pemain lawan, Novian Hadi Pranata di menit ke-38. Kiper kawakan itu diganti Johan Setiawan. Di babak ini, ribuan Pasoepati di tribun utara sempat mencemooh sikap kiper Persires, Endi Harianto yang dianggap sering memperlambat tempo permainan. Wasit Marhali mengeluarkan tiga kartu kuning di laga yang disaksikan ribuan penonton. Kartu kuning itu diberikan kepada Javier Rocha (Persis Solo), Andrid Wibawa (Persis Solo) dan Rahmad Juliandri (Persires Banjarnegara).

Alih-alih menambah gol, Persis justru kebobolan di menit ke-86. Pemain pengganti Persires, Yoga Wicaksana yang lepas dari kawalan pemain belakang Persis sukses membungkam tim tuan rumah untuk sementara waktu. Hasil imbang membuat ribuan Pasoepati, pemain, ofisial dan manajemen ketar-ketir. Usaha Persis meraih poin tiga angka belum berhasil menjelang pertandingan usai.

Di menit ke-90, keajaiban terjadi. Javier Rocha yang melakukan tendangan bebas mengirim bola ke mulut gawang Endi Harianto. Nnana Onana yang bertubuh bongsor mampu menanduk bola untuk mengubah skor menjadi 2-1. Melihat gol cantik tersebut, ribuan Pasoepati langsung berjingkrak kegirangan. Akhirnya, Persis mampu mempersembahkan kemenangan perdana bagi Kota Bengawan.

“Kami minta maaf kepada Pasoepati karena belum bisa tampil dengan performa terbaik. Partai perdana ini memang sangat berat. Persires juga tampil luar biasa. Ke depan, kami ingin evaluasi semuanya, terutama soal transisi dari menyerang ke bertahan,” kata pelatih Persis Solo, Widyantoro, saat jumpa pers seusai pertandingan.

Manajer Persires, Borgo Pane didampingi pelatih kiper Persires, Julianta Sembiring, mengakui kekalahan yang diterima timnya. Kendati seperti itu, dirinya menggarisbawahi kinerja wasit yang dianggap tidak adil.

Editor: | dalam: Indonesia |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »