Senin, 15 April 2013 00:49 WIB Umum Share :

INDONESIA MENCARI BAKAT 3
Tak Ada Pengumuman, Warga Twitter Kecewa

SOLO—Panggung Indonesia Mencari bakat (IMB) sudah meninggalkan dua kontestan pada Minggu (14/4/2013) malam. Si pelukis pasir, Vina Candrawati melawan Sandrina sang penari tradisional untuk memperebutkan gelar juara IMB sesi 3.
Malam tadi belum ada keputusan siapa yang juara. Namun dalam satu pekan ini kedua finalis sudah tampil sebanyak delapan kali dalam di hari Sabtu dan Minggu kemarin.

Menanggapi hal tersebut Dedi Corbuizer memberikan kedua peserta dengan menyebut mereka adalah kontestan yang hebat.

“Tampil delapan kali dalam seminggu saya akui saya tidak sanggup, dan keduanya membuktikan mamu keduanya memang hebat,” puji Dedi.

Senada, Shoimah mengingatkan peserta agar tetap menjaga kondisi agar mampu memberikan hiburan yang terbaik. “Tetap jaga kondisi, agar bisa menampilkan yang terabaik.” Ujar Shoimah.

Poling SMS sendiri terlihat timpang yakni 65.83 % dan satunya 34,17 %. Tapi tidak diketahui siapa yang mendapat poling sms tertinggi atau terendah karena memang dirahasiakan.

Karena Minggu ini belum ada pengumuman siapa yang menjadi juara, tuips merasa resah dengan hal ini. akun @SeptiWari bahkan me-mention akun resmi IMB di twitter sambil menanyakan kapan penentuan juaranya.

“@TRANS_IMB kak grand final penentu pemenang juara IMB3 kpn yak??” tulis @septiwari sesaat setelah acara IMB berakhir.

Bahkan me-mention akun resmi IMB di twitter sambil menanyakan kapan penentuan juaranya.ini.

Akun @Arriesqy juga terlihat kesal dengan IMB karena sudahdua besar tapi masih toad to grand final belum grand final.

“@TRANS_IMB kapan sih endingnya??dh 2 besar,kirain mlm ini dh grand final,trnyta msh road to.” JIBI/SOLOPOS/Tomi Kurniawan

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…