Duh, 1.500 SK Sertifikasi Guru di Karanganyar Bermasalah

Ilustrasi sertifikasi guru (JIBI/SOLOPOS/Dok)Ilustrasi sertifikasi guru (JIBI/SOLOPOS/Dok)

Ilustrasi sertifikasi guru (JIBI/SOLOPOS/Dok)

KARANGANYAR – Sebanyak 1.500 surat keputusan (SK) tunjangan sertifikasi guru di wilayah Karanganyar bermasalah. Pasalnya, sebagian guru masih belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Penjelasan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto di sela-sela penandatanganan pakta integritas pelaksaan Ujian Nasional (UN) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (11/4/2013). Pihaknya bakal menerbitkan SK apabila para guru memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Masih ada sekitar 1.500 SK tunjangan sertifikasi guru yang bermasalah karena belum ada sinkronisasi persyaratan,” katanya, Kamis siang.

Menurutnya, para guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi harus mengajar satu mata pelajaran saja. Sebab, tunjangan tersebut diberikan untuk menghargai profesional guru saat mengajar mata pelajaran tertentu. Artinya, terdapat guru yang memaksakan kehendak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Sementara masih terdapat sekitar 1.000 SK tunjangan sertifikasi guru yang masih berada di Kementerian Pendidikan. Sedangkan jumlah guru di wilayah Karanganyar yang mendapat tunjangan sertifikasi sekitar 5.000 orang.

“Jangan sampai ada pemaksaan untuk memenuhi persyaratan tunjangan sertifikasi. Semuanya harus sesuai mekanisme aturan,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada perintah untuk menyetorkan sejumlah uang kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan maupun pejabat di lingkungan Disdikpora Karanganyar setelah tunjangan itu cair.

Sementara Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menuturkan  pemberian tunjangan sertifikasi dilakukan setiap semester. Besaran tunjangan sertifikasi yang diterima para guru senilai dengan satu kali gaji pokok perbulan. Tentunya, mekanisme itu harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian.

Editor: | dalam: Karanganyar |

6 Komentar pada “Duh, 1.500 SK Sertifikasi Guru di Karanganyar Bermasalah”

  1. Umar Bakri
    12 April 2013 pukul 06:02

    Menurut aturan pencairan TPP bukan per semester khan pak? Tapi setiap TRI WULAN.

  2. arifin
    13 April 2013 pukul 09:55

    Usut tuntas pemalsuan sertifikasi guru.Kenakan sangsi bagi yang melakukan penipuan.Guru2 sertifikasi membuat bangkrut pemerintah.

  3. wiyono
    14 April 2013 pukul 11:57

    memang seharusnya lebih selektif dalam memilih guru yg layak mendapat sertifikasi guru kerjaannya molor dan ndak paham apa yg di ajarkan ke anak didiknya kok dapet sertifikasi proses penyaringannya gimana itu? bikin boros anggaran aja rakyat yg butuh kerjaan dan bantuan masih banyak yg lebih profesional dari pada yg sudah menyandang gelar tapi leda-lede kerjaannya

  4. budi
    20 April 2013 pukul 10:05

    ooo.., SK nya saja begini tersendat dan masih banyak yg belum vit dan bermaslah.., la terus kapanu menerima tunjangannya.., hah..sebuah dilema, bagaimana bisa tenang.., sesuatu yg diharapkan bisa dijadikan semangat saja tersendat-sendatttt…, guru..guruuuu.., mau sejahtera ternyata banyak hambatan..

  5. Agus Ramadhan
    28 April 2013 pukul 09:00

    kadada gawiankah ikm

  6. regent
    7 Mei 2013 pukul 20:38

    yang sabar mawon pak guru….bu guru…..wong memang bukan jatahe ndak usah dipaksakan malah ndak berkah….

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »