PILGUB JAWA TENGAH
Sosialisasi Dinilai Minim

KARANGANYAR – Sosialisasi penyelenggaraan pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng terutama di wilayah pedesaan dinilai minim. Dikhawatirkan tingkat partisipasi para pemilih pada Pilgub Jateng minim.

Pengamat politik di Karanganyar, Iswanto, mengatakan sosialisasi pelaksanaan Pilgub Jateng yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar tidak maksimal. Padahal, waktu pelaksanaan pemungutan suara Pilgub Jateng hanya tinggal dua bulan lagi.

“Saya sudah berkeliling di wilayah Karanganyar terutama pedesaan, belum ada spanduk atau baliho yang berisi sosialisasi pelaksanaan Pilgub Jateng. Spanduk atau baliho di pinggir jalan yang banyak malah pasangan cagub-cawagub Pilgub Jateng,” katanya kepada Solopos.com, Sabtu (30/3/2013).

Semestinya, sosialisasi pelaksanaan Pilgub Jateng dilaksanakan secara intensif terutama di wilayah pedesaan. Para pemilih di pedesaan belum mengetahui jadwal dan siapa pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang maju pada Pilgub Jateng mendatang.

Selain tingkat partisipasi minim, dikhawatirkan tingkat golongan putih (golput) juga bakal meningkat dibanding event politik sebelumnya.

“Bila sosialisasinya tak maksimal maka dikhawatirkan tingkat pemilih bakal minim, begitu pula golput,” terang dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut.

Dia meminta KPU lebih menggiatkan proses sosialisasi pelaksanaan Pilgub Jateng secara bertahap. Para pemilih berhak mengetahui siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal bertarung pada pesta demokrasi terbesar di Jateng itu.

Secara terpisah, Divisi Sosialisasi KPU Karanganyar, Sutopo, menjelaskan pihaknya telah mensosialisasikan pelaksanaan Pilgub Jateng kepada para pemilih termasuk yang berdomisili di wilayah pedesaan. Proses sosialisasi di wilayah pedesaan dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam berbagai kesempatan.

Simak berita terkait: http://digital.solopos.com/file/30032013/

Editor: | dalam: Karanganyar |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »