Ilustrasi pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Ngemplak, Boyolali (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha) Ilustrasi pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Ngemplak, Boyolali (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)
Jumat, 29 Maret 2013 06:04 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

TOL SOLO - MANTINGAN
Pemdes Tangkil Imbau Warga Serahkan Tanah

Ilustrasi pembangunan jalan tol Solo-Kertosono di Ngemplak, Boyolali (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

SRAGEN — Pengadaan tanah untuk proyek tol Solo-Mantingan di wilayah Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, diharapkan mencapai 70 persen hingga dua pekan ke depan. Pemerintah desa (pemdes) setempat telah mengimbau warga untuk segera menyerahkan berkas tanah mereka.

Kepala Desa Tangkil, Suwondo, ketika ditemui Solopos.com di rumahnya, Kamis (28/3/2013), mengatakan para warga dulu enggan melepas tanah mereka karena belum bisa menerima harga tanah yang ditawarkan pemerintah. Namun sejak sosialisasi terakhir dan musyawarah kesepakatan harga yang dilakukan panitia pengadaan tanah (P2T) dengan masyarakat, Selasa (19/3/2013) lalu, sebagian masyarakat telah menyerahkan berkas-berkas tanah mereka untuk diproses.

“Data hari ini, sudah 30 berkas yang diverifikasi. Lalu masih ada 18 berkas lagi yang akan diverifikasi. Ini belum genap 10 hari, sudah banyak perkembangan. Sebulan setelah sosialisasi, saya optimistis sudah 70 persen pemilik tanah yang menyerahkan berkas tanah mereka,” ujarnya.

Menurutnya, lamanya kesepakatan yang diperoleh antara P2T dengan warga disebabkan karena warga merasa iri kepada warga dari desa lain yang nilai tanah mereka lebih tinggi dibandingkan yang terjadi di Tangkil. Namun, setelah sekian lama, akhirnya, warga mengikhlaskan juga tanah mereka untuk proyek Tol Solo-Mantingan.

“Saya selalu mengimbau warga untuk menyerahkan tanah mereka. Toh, harga yang ditawarkan itu didapat dari tim penaksir harga independen. Saat ini, sebagian kecil warga masih menunggu warga lain yang menyerahkan berkas tanah. Selain itu, beberapa tanah warisan membutuhkan pengumpulan KTP dan kartu keluarga agar dapat diproses. Padahal, banyak ahli waris yang berada di luar kota. Makanya prosesnya tidak bisa cepat,” papar dia.

Ia menambahkan, pemdes akan segera menyerahkan tanah kas desa seluas sekitar 22.000 meter persegi yang dilewati proyek pembangunan Tol Solo-Mantingan dalam waktu dekat. Pemdes, kata dia, masih menunggu warga lain untuk menyerahkan berkas tanah mereka.

“Tanah kas desa itu masuk kategori blok II. Kalau dihitung, kemungkinan desa akan mendapat ganti rugi sebesar Rp4 miliar,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja Batavia Prosperindo Finance, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



sepatu1

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…