JADWAL KA SOLO-JOGJA
Mulai 1 April, Jadwal Prameks-Sriwedari Ditambah

Ilustrasi kereta rute Solo-Jogja (Dok/JIBI/SOLOPOS)Ilustrasi kereta rute Solo-Jogja (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI/Yogyakarta akan menambah tiga jadwal perjalanan kereta api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) mulai 1 April mendatang.

Perusahaan transportasi berpelat merah itu juga akan mendatangkan kereta rel diesel (KRD) AC bekas dari Jakarta untuk melengkapi jadwal kereta komuter Jogja-Solo pergi-pulang (PP).

Pejabat Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Sri Winarto, mengatakan sebelum jadwal keberangkatan berubah KA Prameks dan Sriwedari memiliki 18 trip perjalanan.

Setelah jadwal baru diberlakukan pada 1 April mendatang total trip kedua kereta tersebut bertambah menjadi 22 trip.

Sementara armada KA yang dimiliki PT KAI berjumlah empat rangkaian di antaranya satu KDR Prameks, satu kereta rel diesel elektrik (KRDE) Prameks, Sriwedari dan KRD baru yang didatangkan dari Jakarta.

“Karena berfasilitas AC, KRD dari Jakarta ini akan kami jual dengan harga Rp20.000/penumpang. Kereta tersebut didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (27/3).

Jadwal perjalanan Prameks lama tujuan Solo-Jogja dari Stasiun Solo Balapan dijadwalkan pada pukul 05.30 WIB, 11.30 WIB, 15.10 WIB.

Sementara pada jadwal baru jadwal keberangkatan menjadi lima trip masing-masing pada 05.30 WIB, 08.45 WIB, 13.00 WIB, 14.30 WIB, 16.20 WIB dan 18.20 WIB.

Sedangkan KA Prameks tujuan Kutoarjo dalam jadwal baru tetap dijalankan selama dua kali trip pada pukul 05.30 WIB dan 16.20 WIB.

Untuk jadwal perjalanan KA Sriwedari baru dari Solo Balapan dijadwalkan empat trip yaitu 07.05 WIB, 11.10 WIB, 15.45 WIB dan 20.05 WIB.

Jadwal tersebut berubah dari jadwal keberangkatan lama yaitu 06.55 WIB, 10.05 WIB, 16.10 WIB dan 19,.25 WIB.

Harga Tiket

Menyikapi perubahan jadwal kereta jarak dekat tersebut, Ketua Komunitas Pramekers Solo-Jogja (Prasojo), Kuncoro, mengatakan di satu sisi masyarakat diuntungkan dengan penambahan empat jadwal Prameks baru.

Namun, masyarakat tetap keberatan jika kereta dijalankan dengan harga Rp20.000/tiket. Selama ini, komunitas tersebut sudah beralih dari moda transportasi kereta ke angkutan umum bus.

“Kami sudah mendapatkan informasi jika jadwal Prameks ditambah. Tetapi kami belum tahu apakah armada ditambah mengingat Prameks yang ada sekarang sering mogok,” ujarnya.

Menurutnya, PT KAI seharusnya menambah jadwal tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan masyarakat. Jika penambahan justru dilakukan dengan tarif mahal, artinya PT KAI telah sepenuhnya berorientasi pada keuntungan.

Ia mengaku saat ini dana transportasi yang ia keluarkan selama sebulan mencapai Rp800.000/bulan.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »