Selasa, 26 Maret 2013 23:45 WIB Dinda Leo Listy/JIBI/Harian Jogja Hukum Share :

LAPAS SLEMAN DISERBU
Usut Penyebar Foto Korban Penembakan di LP Cebongan

SLEMAN – Merebaknya foto keempat jenazah korban kebrutalan kelompok bersenjata laras panjang yang menyerang Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Cebongan, Mlati, Sleman dikhawatirkan bisa memicu masalah baru.

“Kuatnya solidaritas rekan para korban patut diwaspadai. Menyaksikan foto-foto tragis itu bisa menumbuhkan dendam,” kata aktivis Jogja Police Watch (JPW) Baharudin Kamba kepada Harian Jogja, Selasa (26/3/2013).

Dari pantauan Harian Jogja, hanya beberapa jam berselang pasca-penyerangan tragis, Sabtu (23/3) lalu, empat foto korban yang digabungkan dalam satu bingkai itu sudah merebak di dunia maya. Salah satunya di jejaring sosial facebook.

“Empat putra NTT yang ditembak mati di lapas Cebongan Sleman pagi tadi oleh 17 orang bersenjata api,” tulis seorang pemilik akun facebook yang berdomisili di Yogyakarta untuk memberi keterangan pada foto yang diunggah via Blackberry pada Sabtu (23/3).

Dalam foto itu terlihat jelas kondisi keempat korban yang mengenaskan. Satu korban bertelanjang dada dalam posisi terlentang. Sedangkan tiga korban lain yang mengenakan kaos, dua di antaranya dalam posisi telungkup. Satu lagi dalam posisi miring.

Tidak butuh waktu lama bagi foto itu menyedot simpati puluhan pemilik akun facebook lain. Mayoritas komentar mengutuk aksi kelompok yang hingga kini masih misterius itu. “Kenapa bukan koruptor yang ditembak?” tulis pemilik akun Fefe.

Bukan hanya di facebook. Di situs Google, pengakses internet juga mudah mendapatkan foto keempat korban tersebut dengan mengetikkan kata kunci Lapas Cebongan. Demikian pula di situs Youtube.

“Ini jelas melanggar UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik),” tegas Baharudin. Untuk itu, ia mendesak aparat kepolisian agar mengusut pelaku penyebaran foto yang dapat memicu kemarahan publik itu.

Selain itu, Baharudin juga meminta Kementrian Komunikasi dan Informatika RI segera memblokir situs-situs yang memajang foto yang dinilai tidak berperikemanusiaan itu. “Kami tidak bisa menduga-duga siapa penyebar foto para korban yang diambil dari tempat kejadian perkara itu,” dalihnya.

Kepada Harian Jogja, Minggu (24/3) lalu, Kepala LP Cebongan Sukamto juga menyesalkan peredaran foto-foto korban itu di Blackberry Messenger. “Kami juga punya foto itu, tapi mana mungkin menyebarkan musibah yang terjadi di dalam lembaga kami sendiri,” tandasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT FASTRATA BUANA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

Leave a Reply



mobile-toko

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…