Selasa, 19 Maret 2013 03:34 WIB Farid Syafrodhi/JIBI/SOLOPOS Sukoharjo Share :

Tak Representatif, Pasar Hewan Mojolaban Direnovasi

SUKOHARJO--Pasar Hewan Mojolaban yang berada di belakang Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dalam waktu dekat akan direnovasi.

Renovasi dilakukan karena sejumlah fasilitas di pasar hewan tersebut dinilai tidak representatif.

Lurah Pasar Bekonang, Dimin, yang juga sebagai pengelola pasar hewan, mengatakan perbaikan akan dilakukan terutama pada bagian tempat temali hewan. Saat ini, tempat untuk mengikat hewan itu ada yang menghadap ke timur maupun ke selatan, sehingga tidak beraturan.

Ke depan fasilitas tersebut akan diubah hanya satu arah, yakni hanya sejajar ke timur atau ke selatan saja.

“Kalau satu arah, maka pembeli yang akan melihat sapi juga jadi lebih mudah. Sapi yang dijual juga posisinya lebih rapi,” terang Dimin saat ditemui wartawan di Pasar Bekonang, Senin (18/3/2013).

Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada lantai. Menurut Dimin, lantai plester yang ada saat ini sudah banyak yang rusak sehingga membutuhkan perbaikan. Meskipun pasar tersebut hanya digunakan pada tanggal pasaran Jumat Kliwon, sambungnya, selama ini pasar tersebut masih tetap menjadi rujukan bagi ratusan pedagang maupun pembeli untuk bertransaksi.

“Selain warga Sukoharjo, pedagang juga ada yang datang dari Karanganyar, Sragen dan Wonogiri. Saat sepi, pasar bisa menampung sekitar 250 ekor sapi. Sedangkan saat ramai seperti Idul Qurban, sapi yang datang bisa mencapai 400 an ekor,” ungkap Dimin.

Kendati pasar tersebut akan direnovasi, Dimin memastikan bahwa perdagangan hewan di pasar tidak akan terganggu, sebab pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Separo lokasi akan direnovasi, separonya lagi masih digunakan untuk menempatkan hewan.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo, Sriyono, mengatakan pemerintah menganggarkan dana Rp200 juta untuk renovasi Pasar Hewan Mojolaban. Dana yang digelontorkan itu, kata dia, memang tidak begitu besar karena hanya untuk memperbaiki beberapa sarana sekaligus merapikan lokasi pasar.

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…