TNI Vs Polri
Kapolsek Martapura Kritis Ditikam Prajurit Artileri

Ilustrasi TNI vs Polri. dokJIBI/BisnisIlustrasi TNI vs Polri. dokJIBI/Bisnis

Ilustrasi TNI vs Polri. dokJIBI/Bisnis

PALEMBANG - Kapolsek Martapura menjadi salah korban penyerangan para personil Armed TNI AD di Mapolsek Ogan Komering Ulu (OKU).

Kepala Polisi Sektor Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan Komisaris Polisi Ridwan mengalami luka serius dalam kondisi kritis akibat diserang sejumlah oknum TNI dan dilarikan ke RS Bhayangkara Palembang, Kamis.

Kapolsek Martapura itu bersama satu anggota Polres Ogan Komering Ulu, Aiptu Marbawi terpaksa dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang, kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod, Kamis (7/3/2013).

Menurut dia, sekarang ini anggotanya yang menjadi korban amukan oknum anggota TNI itu telah dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.

Memang kondisinya dalam kritis sehingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Palembang, katanya.

Mengenai asal kejadian keributan, dia mengatakan, semula ada sejumlah oknum anggota TNI yang mendatangi Mapolres OKU untuk mempertanyakan perkembangan kasus oknum polisi (BW) tersangka diduga menembak anggota TNI AD Armed 76/15 Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sampai korban meninggal dunia, Minggu (27/1).

Namun, tidak berapa lama terjadi selisih paham sehingga Mapolres OKU dibakar mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua mengalami kerusakan, termasuk 16 tahanan di Mapolres memanfaatkan kesempatan melarikan diri.

Kemudia oknum tersebut melanjutkan mendatangi Mapolsek Martapura juga untuk mempertanyakan permasalahan tersebut, dan terjadi kasus aksi pengrusakan Mapolsek.

Berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya akibat kejadian tersebut empat anggota Polda Sumsel yang ditugaskan di Polres OKU dan Polsek Martapura mengalami luka berat dan seorang sipil yakni petugas kebersihan juga mengalami luka.

Korban yang mengalami luka berat itu yakni Kompol Ridwan, Kapolsek Martapura, Aiptu Marbawi, Bripka M, Briptu Berlin semuanya anggota Polres OKU termasuk Asrul petugas kebersihan.

Sebenarnya mengenai oknum polisi BW yang menembak anggota TNI (Her) beberapa waktu lalu sudah diproses secara hukum yang berlaku.

Bahkan, anggota tersebut masih ditahan di Mapolda Sumsel untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

Jadi semua permasalahan terutama anggotanya yang melanggar tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, tambah dia.

Editor: | dalam: Hukum |

27 Komentar pada “TNI Vs Polri: Kapolsek Martapura Kritis Ditikam Prajurit Artileri”

  1. gand
    7 Maret 2013 pukul 21:41

    itulah akibat ulah oknum polisi seperti (menebar angin menuai badai), apabila penanganan hukum yang tidak transparan.

  2. anonym
    7 Maret 2013 pukul 22:29

    sesama aparat seharusnya patuh pd hukum yg berlaku bkn utk menyakiti bangsa sendiri…..

  3. amy
    8 Maret 2013 pukul 08:04

    gila ya,masa sama sama penegak hukum bisa musuhan. masa iya,cuma langgar lampu merah langsung nembak,n emang harus ada perang 2 negara ya biar tni ada kerjaan bkn perangin polisi.ckckckc…..

  4. amy
    8 Maret 2013 pukul 08:13

    waduh tentara kenapa tempramental bgt ya,mungkin karna banyak latihan perang tapi g perang2 jadi perangin polisi dech..

  5. ardi
    8 Maret 2013 pukul 11:34

    kenapa tni dalam penyeranganya ke polres oku tidak membawa tank dan membrondong dengan ak 47 itu kan lebih seru kayak di film2 rambo pasti oknum tni ini akan naik pangkat. ya jelas kalah polisi vs tni. bagai mana nih tangapan pemerintah

  6. ardi
    8 Maret 2013 pukul 11:44

    warning buat polisi? tni walaupun bersalah tidak boleh dibikin marah dan dipersalahkan karena tni memiliki persenjataan lengkap jika sampai marah pasti polsek, polres, polda akan digempur lewat darat dengan tank dan rudal dan di udara dengan jet tempur pos polisi di jalan akan diberodong dengan senapan AK47 mungkin juga oknum tni ini setelah penyeranga akan mendapatkan pendidikan di amerika serikat plus kenaikan pangkat menjadi jendral dan gaji dinaikan berapa mereka ingginkan supaya tidak membuat kesalahan serupa

  7. lim
    8 Maret 2013 pukul 12:38

    wah gawat nih Indonesia

  8. Topan
    8 Maret 2013 pukul 12:40

    Inikah yang membuat citra TNI POLRI menjadi negatif dimata masyarakat??
    @Ardi: maaf, tp anda kebanyakan nonton film holliwud hehehe

    • ardi
      9 Maret 2013 pukul 10:25

      bukan kebayakan nonton film holiwud tetapi saya juga mengkritisi tapi cara penulisanya yang berbeda

  9. kank ncep
    8 Maret 2013 pukul 15:22

    Ga bisa tahan emosi….akibatnya kantor dan mobil dibakar..ingat bung…yang kamu bakar itu duit rakyat. seragam yang kamu pakai juga dari rakyat…coba kasih contoh yang baik buat rakyat…!!!!jangan rakyat disuguhkan dengan tindakan arogansi dari polri dan TNI……

  10. Gep Bhoma
    8 Maret 2013 pukul 16:14

    TNI harus nya di tempatin di perbatasan” , kususnya yg berbatasan dgn malayisia , klw nanti tentara malaysia bikiin ulah lansung abis sma TNI

  11. armadautab
    8 Maret 2013 pukul 17:07

    Seharusnya bukan Polsek atau Mapolsek yang di sikat……TNI harusnya melabrak dan memusnahkan Densus 88 yang banyak melanggar HAM….

  12. rumbaq r
    8 Maret 2013 pukul 18:29

    gi mmana sih masak sama sama abdi negara kok bikin contoh yang menyimpang,, sudahlah om apakah ini jalan satu satunya,, dan ini akan menjadi PR para petinggi negara ini,, ;)

  13. gaara
    8 Maret 2013 pukul 18:45

    hahaha

  14. mitro
    8 Maret 2013 pukul 18:51

    klu brni dua-duax perang dpapua sana

  15. din samsu
    8 Maret 2013 pukul 19:06

    peringatan buat polantas jangan semenang-menang nya punya hak banyak di jalanan,sampai-sampai menembakan sebuah peluru.salah sasaran dech,namanya juga tni kesatuanya pasti kuat,apalagi ada anggotanya sampai mati,ditembak lagi..waduh,..buat penerimaan tni dan polri makanya hrus benar2 merekrut anggota yang mempunyai moral yg baik,jangan hanya merekrut anggota yg punya duit..

  16. mochamad toyib
    8 Maret 2013 pukul 21:22

    makanya jangan gampang buang peluru lihat pokok permasalahanya,sekarang di balas pake bayonet aja buyar

  17. ardi
    8 Maret 2013 pukul 22:36

    bagus polisi harus tegas dan bila ada pengendara tidak pakai helm tembak saja dan sering sering melakukan rasia sim maupun stnk dg byar di tempat dengan dendan 100 ribu bila tidak mempunyai sim dan tidak memakai helm. bila kabur membrontak tembak saja makanya pemerintah harus menaikan gaji polisi min 100 juta per bulan agar tidak mencari uang tambahan di jalan

  18. mochamad toyib
    9 Maret 2013 pukul 00:14

    makanya klau cari anggota baru di tes yang bener jangan yang banyak duit aja yng di terima,moral akhlak yg bener and bener2 tau aturan

  19. zainul
    9 Maret 2013 pukul 03:20

    gila tuh polisi mentang2 bawa senjata digunakan utk nembak, apalagi yg ditembak itu TNI, kalau sy jadi komandannya armed pasti sy rencakan penyerangan dg maksimal dan dg menggunakan senjata lengkap krn polisi juga memakai senjatanya utk nembak TNI

  20. joy
    9 Maret 2013 pukul 13:15

    mampus loh polisi,kerjaanx bukan jdi penegak hukum,v kerjax peras uang rakyat djalan…rasain.

  21. Indonesia Perubahan
    9 Maret 2013 pukul 20:16

    Penegak hukum aja melanggar hukum, , wah kacau ne negara.. . tp saya yakin itu hanya perbuatan sejumlah oknum n bukan intitusi. .

  22. Indonesia Perubahan
    9 Maret 2013 pukul 20:20

    Polisi hruznya berkaca diri kamu itu bukan segalannya,, sdikit2 pake pistol emgnya zaman koboi . . kena batunya nembak anggota TNI . . . hidup TNI binasakan sikap aroganisme kepolisian agar polisi menjadi polisi profesional,,, bukan sedikit2 UUD (ujung-ujungnya duit)

  23. angsanatumbang
    10 Maret 2013 pukul 21:07

    Tni,polri sama aja….sama2 arogan…..sama2 bikin malu bangsa ….kerjanya cuma brantem sesama aparat aja….gak ada yg bisa dibanggain …klo brani sono… gakperlu dikomandoin…serang tuh tentara malaysia di perbatasan….

  24. irsal sese
    11 Maret 2013 pukul 09:18

    maju terus tni ku

  25. Ocha nesya
    15 Maret 2013 pukul 19:02

    Lanjutkan TNI.

    • david.vijay
      22 Maret 2013 pukul 20:35

      TNI..,,Maju trus pntang mndur…!!!!!

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris
  • RUMAH DIKONTRAKKAN

    Rumah Dikontrakkan,LT 254M2,LB 225M2,7Kmr,3K Mandi, Garasi, Jl.Kencur No.48, Rt 03/11, Kag…

  • ALAT PERAGA PENDIDIKAN

    Kami CV.GRASENA distributor Alat peraga Pendidikan mulai tingkat SD – SMP – SM…

Menarik Juga ยป