
Kapal patroli AL Malaysia bersiaga di perairan dekat Kota Lahad Datu, wilayah timur Negara Bagian Sabah. Sekelompok warga Filipina bersenjata mendarat di wilayah itu dan menduduki sebuah desa untuk mengklaim wilayah yang dulu dikuasai Kesultanan Sulu di Filipina Selatan. (JIBI/SOLOPOS/Reuters)
Operasi militer tersebut dimulai pukul 07.00 waktu setempat, sehari setelah pemerintah menerjunkan tujuh batalion tentara untuk mendukung polisi setempat. Media Malaysia mengutip keterangan warga setempat yang mendengar sejumlah suara ledakan dan melihat pesawat jet tempur terbang di atas wilayah lokasi konflik.
Kelompok bersenjata itu tiba di wilayah Lahad Datu, Sabah, tiga pekan lalu dengan menggunakan perahu motor. Aksi itu diklaim sebagai upaya mencari pengakuan atas hak Kesultanan Sulu sebagai penguasa wilayah itu seperti yang terjadi berabad-abad silam dan menuntut pemerintah Malaysia membayar pajak yang lebih besar atas penggunaan wilayah itu.
Pemerintah Malaysia sudah tegas menolak segala tuntutan kelompok itu, sementara pemerintah Filipina berulangkali meminta kelompok itu meletakkan senjata dan pulang untuk berunding. “Kami melakukan apa saja untuk mencegah hal seperti ini terjadi, namun para pengikut Kiram itu memilih jalan yang seperti ini,” ujar Ricky Carandang, juru bicara kepresidenan Filipina, merujuk pada nama Sultan Jamalul Kiram III, raja Kesultanan Sulu.
Baca Juga:
Editor: Bambang Aris Sasongko | Dalam : News |


