
Tugiran, 34, warga Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Selasa (5/3/2013) memunguti puing-puing bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah akibat diterjang angin. (Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS)
KLATEN—Sejumlah korban angin puting beliung yang terjadi pada Senin (4/3/2013) di enam desa di Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Jatinom, Klaten masih membutuhkan bantuan.
Tugiran, 34, warga Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, rumahnya roboh rata dengan tanah akibat terjangan angin sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung saat kejadian, tidak ada anggota keluarga yang berada di dalam rumah.
“Saat itu saya masih di sawah, istri saya berada di rumah tetangga, sementara anak saya belum pulang dari sekolah,” ujar Tugiran saat ditemui Solopos.com di sela-sela kesibukannya memunguti puing-puing bangunan rumahnya, Selasa (5/3/2013).
Akibat kejadian itu, Tugiran mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Untuk sementara, Tugiran dan keluarganya memilih menginap di rumah saudaranya yang tak jauh dari rumahnya.
“Semalam sudah tidur di rumah saudara. Mudah-mudahan ada dermawan yang bersedia membantu meringankan beban saya,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut.
Sementara itu, di Dusun Pandeyan, Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, terdapat 10 rumah yang tertimpa pohon. Hingga Selasa siang, proses evakuasi pohon yang menimpa rumah Henri Sudaryono, 50, masih berlangsung. Sebuah pohon sawo yang berusia ratusan tahun tumbang menimpa rumahnya hingga mengakibatkan kerusakan parah pada bagian atap.
Tumbangnya pohon yang menimpa rumah mengakibatkan satu warga Dusun Sorowaden, Desa Kahuman, Muhammad Yulianto, 20, mengalami luka ringan. Pemuda itu sempat terjebak di dalam kamar yang tertimpa pohon melinjo sebelum bisa menyelamatkan diri.
“Warga membutuhkan bantuan material seperti genteng, semen, kayu, dan lain sebagainya untuk membenahi rumah yang rusak,” ujar Kepala Desa Kahuman, Didik Joko Sucipto di lokasi.
Camat Jatinom, Anang Widjadmoko, mengatakan terdapat sekitar 15 rumah yang rusak berat akibat tertimpa pohon. Sekitar 15 rumah tersebut tersebar di lima desa yakni Gedaren, Jemawan, Mranggen, Randulanang dan Cawan. “Rumah rusak ringan seperti genteng beterbangan ada ratusan jumlahnya,” terang Anang saat dihubungi melalui ponselnya.
Hingga pukul 14.30 WIB, belum ada laporan total kerugian akibat terjangan angin puting beliung tersebut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Kasi Logistik, BPBD Klaten, Eddy Santosa, mengatakan hingga kini pihaknya masih merekap jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.
“Sementara masih kami rekap. Kalau sudah selesai, kami akan mengusulkan bantuan secepatnya,” papar Eddy.
Baca Juga:
Editor: Tutut Indrawati | Dalam : Klaten |



