Breaking News

Sabah Memanas, 162 WNI Diungsikan dari Ladang Sawit

Ilustrasi (123.rf.com)

JAKARTA – Sebanyak 162 warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Sabah, Malaysia telah diungsikan menyusul Konflik bersenjata yang terjadi di lokasi tersebut.

Sedikitnfya sebanyak 162 warga negara Indonesia yang bekerja di ladang sawit di Sabah, Malaysia, telah diungsikan di kawasan sekitar 6 km dari pusat konflik.

Mereka akan berada di tempat pengungsian hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.

Direktur Informasi dan Media Kemlu PLE Priatna, dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima Senin (4/3/2013), menginformasikan keadaan para WNI itu pasca-konflik di kawasan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Menurut Priatna, bentrok antara aparat keamanan Malaysia dan kelompok bersenjata dari Kesultanan Sulu di Lahad Datu, Sabah, mengakibatkan WNI pekerja di ladang sawit diungsikan ke tempat lain.

“Tercatat 162 pekerja di ladang sawit Sahabat 17 telah diungsikan ke kompleks Embara sekitar 6 km dari tempat kejadian,” tambahnya.

Sementara itu dari Sabah, Konjen RI di Kota Kinabalu, Soepeno Sahid memberikan konfirmasinya bahwa kondisi WNI pekerja dalam kondisi aman.

KJRI, kata Soepeno, terus memantau dan berkomunikasi dengan aparat setempat.

WNI diimbau agar tidak membahayakan diri dan menjadi korban. Saat ini kapal-kapal pun tidak diperbolehkan merapat dan berlayar di dekat wilayah tersebut.

“Para WNI ABK sementara diliburkan,” kata Priatna.

Sejumlah sumber menyebutkan, sengketa wilayah Sabah antara Kesultanan Sulu dari Filipina dan Malaysia kian menegangkan.

Kesultanan Sulu bersikeras tidak akan mundur dari Lahad Datu yang diklaim sebagai wilayah kesultanan tersebut.

Kesultanan Sulu menolak menarik pasukannya dari Lahat Datu, Sabah, dan menolak perjanjian perdamaian yang dianggap tidak adil.(Antara/sae)

Editor: | Dalam : News |     


Iklan Cespleng