Breaking News

PILGUB JAWA TENGAH: “Pasangan Arto” Jadi Pendaftar Pertama, KPU Langsung Tolak

“Pasangan Arto” saat mendaftar Cagub di KPU Jateng, Jumat (1/3/2013). (JIBI/SOLOPOS/Insetyonoto)

SEMARANG – Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto (Arto) mendaftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Jl Veteran, Kota Semarang, Jumat (1/3/2013).

Kedatangan pasangan muda ini disertai puluhan pendukung sambil membawa poster bergambar foto Arto bertuliskan “Dukung Cagub Jateng 2013, Muda Merakyat”.

Pendukung pasangan Arto ini bukan sembarangan mereka memakai seragam pocongan serba putih, setan, dan tuyul.
Pasangan Arto ini diusung koalisi Partai Pocong Hitam, Partai Pocong Putih, Partai Tuyul, Partai Dukun, dan Partai Kuntilanak.

“Kami mendaftarkan diri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013,” kata Arief.

Ketua KPU Jateng Fajar Subhi dan anggota KPU, Andreas Pandiangan menerima berkas pendaftaran Arto di teras kantor.

“Berkas ini tidak memenuhi syarat, karena tidak didukung partai politik,” kata Fajar sambil mengembalikan berkas kepada pasangan Arto.

Pasangan cagub dan cawagub Arto memang tidak serius mendaftar Pilgub Jateng. Aksi mendaftar itu merupakan bagian demonstrasi yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jateng.

Sedang pasangan Arto tak lain adalah Ketua KAMMI Jateng, Arief Eka Atmaja dan Ketua Bidang Kebijakan Publik KAMMI Jateng, Tri Hartanto.

Menurut Arief, melalui aksi ini merupakan bentuk sindirian, kritik, dan protes kepada partai politik (parpol) yang sampai sekarang masih berpolemik dan tarik ulur masalah pencalonan.

”Aksi ini sebagai bentuk sindiran dan protes kepada partai politik (parpol) yang masih berpolemik dan tarik ulur masalah pencalonan,” ujarnya.

Pilgub, lanjut dia, lebih banyak didominasi oleh kepentingan parpol dibandingkan dengan kepentingan rakyat. Pimpinan parpol tidak mendengarkan suara rakyat, tapi kepentingan partai mereka sehingga pencalonan berlarut-larut.

”Kami mencurigai, parpol tidak memiliki kriteria yang jelas dengan calon yang akan di usung, dan saat ini tidak terbuka dengan masyarakat,” ujarnya.

Sebelum mendatangi Kantor KPU Jateng Jl Veteran, pengunjuk rasa dari KAMMI menggelar demonstrasi di depan Patung Diponegoro Jl Pahlawan.

Jalannya aksi tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan menjadi perhatian masyarakat di sekitar kantor KPU.
Menanggapi aksi KAMMI, Fajar memberikan apresiasi sebab sebagai bentuk kepedulian dari kalangan mahasiswa.

Editor: | Dalam : Pilkada,Politik |     


Iklan Cespleng