Selasa, 26 Februari 2013 17:23 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

Menipu, Polisi Sragen Tembak Polisi Gadungan

SRAGEN—Anggota Polres Sragen gadungan, Gendro Widodo alias Babi, 28, dilumpuhkan anggota Polres Sragen menggunakan timah panas karena berusaha melarikan diri saat ditangkap di Dukuh Jenalas, RT 002, Jenalas, Gemolong, Kamis (21/2/2013).

Warga Dukuh Godegan, RT 001/001, Kragilan, Gemolong itu ditangkap karena diduga salah satu dari enam komplotan pelaku penipuan berkedok anggota Polres Sragen yang meresahkan warga beberapa waktu lalu. Penangkapan Gendro menambah satu lagi daftar pelaku penipuan yang berhasil ditangkap Polres Sragen. Teman Gendro, Irwan Udi Kusnanto telah ditangkap Sabtu (12/1/2013).

Komplotan penipu melancarkan aksi dengan mengelabui korban. Mereka mengaku sebagai anggota Polres Sragen yang melakukan operasi narkoba dan minuman keras di sekitar Waduk Botok, Mojodoyong, Kedawung. Aksi mereka kali terakhir berhasil merampas sepeda motor milik Nanang Dwi Kuncoro, 18, warga Dukuh Parit RT 016, Karangpelem, Kedawung dan warga Dukuh Sidoharjo, Pereng, Mojogedang, Karanganyar, Hendro, 17.

Saat kejadian, dua pemuda itu berada di Waduk Botok. Tiba-tiba mereka didatangi Gendro dan lima orang temannya yang mengaku sebagai polisi. Dua pemuda itu terpaksa menyerahkan sepeda motor karena takut.

Gendro berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU Nopol AD 2952 CS saat ditangkap. Oleh karena itu anggota Polres Sragen terpaksa melumpuhkan kaki Gendro menggunakan timah panas. Penangkapan Gendro berkembang hingga menangkap salah satu perangkat desa di Gemolong, Ngatimin alias Bengoh, 41.

Dia ditangkap karena diduga menjadi penadah sepeda motor hasil kejahatan Gendro dan komplotan. Ngatimin mengaku membeli sepeda motor Suzuki Satria FU warna putih Nopol B 6906 PKD dari teman Gendro, JP dan AT senilai Rp2,1 juta. Setelah membeli sepeda motor, Ngatimin merakit sepeda motor untuk mengelabuhi polisi. Cat sepeda motor diubah dari putih menjadi hitam. Dia juga mengubah nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.
Pelat nomor pun diganti menjadi AD 4718 AW. Selain Suzuki Satria, Ngatimin mengaku membeli empat sepeda motor lain yang diduga hasil kejahatan.

Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, menjelaskan masing-masing tersangka dijerat pasal berbeda. Gendro dijerat pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Sedangkan Ngatimin diancam pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara. Polres Sragen masih mengejar empat pelaku penipuan berkedok polisi dan empat sepeda motor yang dibeli Ngatimin.

lowongan kerja
lowongan kerja SPBU ARDIFA GRUP, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



sepatu

Kolom

GAGASAN
Plus Minus Siaran Langsung Kasus Ahok

Gagasan Solopos, Senin (19/12/2016),  Algooth Putranto. Pengajar Ilmu Komunikasi, pernah menjadi analis di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Solopos.com, SOLO — Kasus dugaan penistaan agama (blasphemy) di Indonesia bukan hal yang baru. Delik usang ini sama tuanya dengan sejarah eksistensi…