Ilustrasi penertiban PKL (Dok/Solopos)
Senin, 25 Februari 2013 23:45 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

PENERTIBAN PKL
PKL Proliman Balapan Diminta Pindah ke Notoharjo

SOLO — Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melayangkan surat teguran kepada pedagang kaki lima (PKL) yang nekat menggelar dagangan di area larangan tepatnya di proliman Balapan, Jl S Parman, Senin (25/2/2013). Sedikitnya ada 10 pedagang yang menggelar dagangan di area tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP dan Dinas Pengelola Pasar (DPP) tengah melakukan patroli rutin kawasan larangan PKL. Tim kemudian mendapati puluhan pedagang yang masih tetap nekat menggelar dagangan di dekat lampu merah Proliman Balapan. Para pedagang rata-rata menjajakan dagangan klithikan atau barang bekas.

“Ada 10 pedagang yang kami beri teguran untuk segera pindah. Jika tidak mengindahkan, akan kami tindak tegas,” ancam Kepala Seksi (Kasi) Penataan dan Pembinaan PKL DPP Solo, Didik Anggono kepada Solopos.com.

Didik mengatakan tim Satpol PP telah berulang kali mengingatkan keberadaan pedagang. Namun pedagang masih saja nekat menggelar dagangan di kawasan tersebut. Mereka sebagian besar pedagang oprokan yang menjajakan barang bekas atau klithikan. Diakuinya, untuk saat ini pihaknya hanya memberikan teguran kepada pedagang ihwal keberadaan mereka di area larangan PKL. Nantinya, imbuh dia, PKL akan dipindah ke Pasar Klithikan Notoharjo, Semanggi.

“Kami akan siapkan bagi pedagang pindah ke Pasar Klithikan Notoharjo,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…