mural
Senin, 11 Februari 2013 18:59 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Jogjapolitan,Kota Jogja Share :

Kota Jogja Belum Memiliki Aturan Tentang Mural

Sebuah mural yang dipasang di salah satu pojok Kota Jogja-ilustrasi

JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum mengatur penempatan media promosi dinding / wall painting berbentuk mural. Belum adanya aturan membahayakan heritage di Kota Gudeg.

Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Jogja Tugiyarto mengatakan secara eksplisit belum ada aturan terkait pemasangan reklame mural. Peraturan Daerah (Perda) No.8/1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame, hanya mengatur 12 jenis reklame.

Meliputi, reklame papan atau billboard, megatron, baliho, cahaya, kain, stiker, selebaran, berjalan termasuk di kendaraan, udara, suara, film atau slide, dan peragaan.

Namun, DPDPK menetapkan izin wall painting iklan atau reklame mural tersebut sebagai reklame papan atau billboard non cahaya.

“Antara wall painting promotion dengan billboard non cahaya substansinya sama. Hanya saja, media papannya diganti menjadi tembok. Proses perhitungan besaran pajak disetarakan dengan pajak billboard,” kata Tugiyarta di kantornya, Senin (11/2/2013).

Menurut dia, hingga kini, Pemkot belum mengatur lokasi mana saja yang dilarang atau diperbolehkan. Padahal, reklame mural itu biasanya berada di tembok-tembok rumah atau gedung-gedung tertentu yang dinilai strategis. Secara prosedur, pemasangan wall painting promotion itu harus berizin.

“Tidak semua media promosi mengantongi izin. Jumlahnya tidak banyak. Ada yang sudah ditertibkan, tapi banyak yang belum. Pemasangannya harus berizin dan harus membayar pajak,” imbuhnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR CENTRAL INTERNATIONAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…