Lahan Kritis Wonogiri Capai 39.200 Hektare

Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman [paling kiri] didampingi sejumlah pejabat menanam bibit pohon jabon di areal DAS Bengawan Solo di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, akhir pekan kemarin. (Tika Sekar Arum/JIBI/SOLOPOS) Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman [paling kiri] didampingi sejumlah pejabat menanam bibit pohon jabon di areal DAS Bengawan Solo di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo, akhir pekan kemarin. (Tika Sekar Arum/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI–Lahan kritis di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Wonogiri masih mencapai 39.200 hektare meskipun sejumlah upaya penanaman telah dilakukan.

Program Penanaman 1 Miliar Pohon secara nasional yang beberapa waktu lalu dilakukan hanya berhasil menambah 2,7 juta pohon atau setara dengan 4.500 hektare.

Sedangkan, yang terbaru penanaman pohon kerja sama PT Bank Mandiri dan PT Bakti Usaha Menanam Nusantara (BUMN) Hijau Lestari II bertajuk Mandiri Eco Friendly sepanjang 2012-2013 sukses menanam 283.000 pohon atau setara 470 hektare.  Penanaman pohon oleh Bank Mandiri tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama di tujuh desa di empat kecamatan Kabupaten Wonogiri tahun 2011-2012 dan tahap kedua terlaksana, Sabtu (9/2/2013) di Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Wonogiri, Sujarwadi, saat ditemui wartawan di sela-sela mengikuti program penanaman pohon di Desa Gemawang, Sabtu, mengatakan sekitar tahun 2011 jumlah lahan kritis di Wonogiri masih mencapai 44.186 hektare dari total 121.034 hektare kawasan yang tersebar di enam sub-DAS.

Menurut dia, sejumlah program untuk mengurangi lahan kritis tersebut terus berjalan. Terakhir, dengan program Mandiri Eco Friendly total lahan kritis diperkirakan masih mencapai 39.200 hektare.

“Angka itu perkiraan kami dengan memperhitungkan penambahan jumlah tanaman. Memang masih banyak yang belum teratasi,” terang Sujarwadi.

Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman, ditemui pada kesempatan yang sama, mengatakan pihaknya memiliki kepedulian pada kondisi sedimen Waduk Gajah Mungkur (WGM). Untuk itu, Bank Mandiri menggelontorkan anggaran senilai total Rp5,3 miliar guna menyediakan 250.000 bibit pohon jati kebon (jabon) dan melakukan pendampingan kepada petani yang menanamnya sampai enam tahun ke depan.

Dia berharap bantuan bibit pohon dapat memperbaiki kondisi DAS Bengawan Solo yang selanjutnya dapat mengurangi sediman di waduk. “Ini adalah bentuk kepedulian Bank Mandiri terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Abdul Rahman.

Sementara itu, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pandu Djajanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan target utama program ini adalah untuk memperbaiki kualitas air dan memastikan keberlangsungan ketersedian air ke depan, bukan sekedar mengatasi sedimen WGM. Program penanaman ini juga memberikan manfaat secara materiil kepada petani pengelolanya.

Editor: | dalam: Wonogiri |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »