KURIKULUM 2013
Dimungkinkan Bahasa Jawa Masih Diajarkan

SOLO  – Mata pelajaran (mapel) Bahasa Jawa diperkirakan masih diajarkan kepada siswa saat penerapan Kurikulum 2013. Sebelumnya, mapel Bahasa Jawa tersebut dikabarkan tidak terdaftar dalam kurikulum baru tersebut.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen)  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Budi Setiono, mengatakan kepastian mapel Bahasa Jawa akan diajarkan ataukah tidak akan ditentukan dalam sosialisasi kurikulum antara Maret dan Juni mendatang. Sebelumnya, pada Rabu-Kamis (6-7/2/2013) Budi mengikuti sosialisasi Kurikulum 2013 bersama dinas pendidikan (disdik) se-Jawa Tengah (Jateng), di Semarang.

“Saat sosialisasi tahap awal tersebut juga dipertanyakan tentang mapel Bahasa Jawa tetap ada ataukah tidak, kata pak menteri tetap ada,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2013). Kepastian mapel Bahasa Jawa akan diketahui setelah sosialisasi selanjutnya yang akan digelar antara Maret dan Juni.

Sebelumnya, mapel Bahasa Jawa tersebut diajarkan di sekolah setelah gubernur Jateng mengeluarkan Surat Keputusan (SK). Jika SK tersebut belum dicabut oleh gubernur Jateng, Bahasa Jawa nantinya diperkirakan tetap diajarkan meski diintegrasikan dalam mulok.

Selain mapel Bahasa Jawa, mapel lain yang dikabarkan dihilangkan adalah mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Menurutnya, mapel TIK juga akan dibahas apakah nantinya dihilangkan atau diintegrasikan dengan mapel yang lain.

“Dalam sosialisasi lanjutan yang diadakan oleh Disdik provinsi dan pusat besok, akan diundang juga di antaranya disdik kota, guru senior yang ada di sekolah, serta kepala sekolah,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi kemarin, juga turut dibahas rintisan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah menengah, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) dan ujian nasional (UN).

Editor: | dalam: Pendidikan |
Menarik Juga »