PILKADES KLATEN
Anggaran Mepet, Calon Kades Harus Ikut Tanggung Biaya Penyelenggaraan

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Tika Sekar Arum)Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Tika Sekar Arum)

KLATEN – Para bakal calon kades yang akan maju dalam Pilkades Ngerangan, Kecamatan Bayat, harus bersama-sama ikut memikul biaya penyelenggaraan pilkades di wilayah setempat. Sebabnya, dana bantuan dari APBD Klaten ditambah pendapatan asli desa (PAD) desa tersebut lebih kecil dari rencana anggaran belanja (RAB) yang telah ditetapkan panitia pilkades.

Sekretaris Desa Ngerangan, Harjunadi, 43, kepada Solopos.com mengatakan hasil kesepakatan panitia, Senin (28/1/2013), menyatakan RAB Pilkades Ngerangan 2013 sebesar Rp34.940.000. Menurutnya, terjadi kesepakatan antara panitia pilkades dengan pemdes, dana PAD yang rencananya akan digelontorkan untuk membantu penyelenggaraan pilkades sebesar Rp3 juta.

“Ada bantuan dari APBD Klaten. Jumlahnya, kami belum tahu. Tetapi berkisar antara Rp9 juta sampai Rp10 juta. Desa ini PAD-nya cuma kecil. Pemdes enggak bisa memberi banyak,” kata dia.

Lebih lanjut ia menerangkan, kekurangan dana untuk memenuhi RAB, rencananya akan dibebankan kepada para bakal calon kades yang lolos verifikasi. Namun, ketentuan tersebut terpaksa mereka lakukan agar pilkades dapat berjalan. “Kalau dihitung, masih kurang sekitar Rp20-an juta. Sementara ini baru satu nama yang diduga kuat akan maju. Kami akan lihat nanti saat pendaftaran dan verifikasi administrasi. Kekurangan dana akan dibagi rata pada para kandidat,” terangnya.

Kades Ngerangan, Sri Hardono, 56, menceritakan pada pilkades 2007, terdapat empat calon. Saat itu, panitia masih kekurangan dana sebesar Rp10 juta. “Masing-masing calon akhirnya menyumbang Rp2,5 juta. Itu masuk ke dalam kategori sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan sumbangan dari pihak ketiga memang diatur dalam peraturan pilkades. Menurutnya, cara itu diambil panitia karena mereka tidak punya pilihan lain. “Banyak desa di Bayat yang PAD-nya sangat kecil. Mungkin, kalau panitia tidak mencari sumbangan dari pihak ketiga, pilkades tidak bisa jalan,” tandasnya.

Editor: | dalam: Klaten |
Menarik Juga »