Sragen Kekurangan 952 Guru SD

SRAGEN-Kabupaten Sragen kekurangan 952 guru sekolah dasar (SD). Saat ini, ada 3.848 guru SD. Padahal kebutuhannya, 4.800 guru.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Turdiyanto, melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Sragen, Sutarman, mengungkapkan kekurangan guru itu meliputi 883 guru kelas, 44 guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan 25 guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Data ini akan segera kami laporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” jelasnya saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (31/1/2013).

Ihwal tindak lanjut dari laporan tersebut, Sutarman belum bisa memastikan apakah kekurangan guru itu akan ditindaklanjuti dengan perekrutan guru pada pendaftaran calon pegawai negrri sipil (CPNS) Sragen, atau tidak.

Sutarman berpendapat, kekurangan guru itu seharusnya dijawab dengan pengangkatan guru SD baru yang memenuhi kualifikasi sebagai guru SD. Ia tidak setuju jika kekurangan guru itu dijawab dengan pengangkatan guru SMP/SMA yang kelebihan, menjadi guru SD. Menurutnya, mengajar siswa SD tidak sama dengan mengajar siswa SMP/SMA.

“Teknik dan psikologis guru SD dan SMP/SMA, berbeda. Saya tidak yakin guru SMP/SMA bisa menjadi guru SD,” terangnya.

Selain itu, ungkapnya, seorang guru SD juga dipersyaratkan lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Jika guru SMP/SMA mau menjadi guru SD, mereka harus mengikuti proses sertifikasi lagi karena sertifikat sebelumnya sebagai guru SMP/SMA.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Sidoharjo, Effendi Darmono, mengungkapkan guru berstatus PNS di Kecamatan Sidoharjo saat ini sebanyak 151 guru kelas, 21 guru Pendidikan Agama Islam, 15 guru Penjaskes, satu guru Pendidikan Agama Katholik. Jumlah rombongan belajar di Kecamatan Sidoharjo sebanyak 198 rombel.

Editor: | dalam: Sragen |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »